Akurat

Bacaan Niat Mandi Puasa Ramadhan, Lengkap dengan Tata Cara dan Doanya!

Putri Chandra | 17 Februari 2026, 22:11 WIB
Bacaan Niat Mandi Puasa Ramadhan, Lengkap dengan Tata Cara dan Doanya!

AKURAT.CO Saat ini, banyak umat Muslim yang ingin mengetahui bacaan niat mandi puasa Ramadhan secara lengkap, baik dari arab, latin, hingga artinya,

Menyambut bulan suci Ramadhan, mandi sebelum mulai berpuasa merupakan bentuk persiapan diri untuk umat Muslim. Mandi puasa Ramadhan juga dianggap sebagai mandi wajib dalam Islam.

Tradisi ini dilakukan agar tubuh terasa lebih bersih dan hati lebih siap menjalani ibadah dengan khusyuk.

Meski tidak terdapat dalil khusus yang menyebutkan anjuran mandi wajib secara spesifik untuk menyambut Ramadhan, mandi tetap diperbolehkan sebagai bentuk menjaga kebersihan dan kesiapan spiritual.

Baca Juga: Kapan Sholat Tarawih Pertama Ramadhan 2026? Cek Jadwal Pemerintah dan Muhammadiyah

Pada dasarnya, mandi wajib dilakukan untuk menghilangkan hadas besar, seperti setelah berhubungan suami istri, keluarnya air mani, haid, atau nifas.

Jika seseorang berada dalam kondisi tersebut di malam hari, maka dianjurkan untuk mandi wajib sebelum waktu subuh agar puasa yang dijalankan sah dan lebih nyaman.

Berikut ini informasi lengkap yang penting untuk diketahui umat Muslim untuk menyambut puasa Ramadhan.


Apa Itu Mandi Puasa Ramadhan?

Mandi puasa Ramadhan adalah mandi wajib atau mandi besar yang biasanya dilakukan oleh umat Muslim dengan tujuan menyucikan diri dari hadas besar sebelum menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Baca Juga: Hukum Meminta Maaf kepada Orang Terdekat sebelum Bulan Puasa Ramadhan

Mandi wajib yang satu ini sangat penting bagi seseorang yang berada dalam kondisi tertentu, seperti setelah berhubungan suami istri, keluarnya air mani, haid, atau nifas.

Tujuannya agar ketika memasuki waktu subuh dan mulai berpuasa, seseorang sudah dalam keadaan suci sehingga ibadah puasanya sah.

Jika hadas besar terjadi pada malam hari, maka dianjurkan untuk segera mandi wajib sebelum waktu subuh, kemudian bisa berpuasa.

Perlu diketahui, tidak ada kewajiban khusus untuk mandi besar hanya karena ingin menyambut Ramadhan.

Namun, mandi besar tetap boleh dilakukan sebagai bentuk menjaga kebersihan dan kesiapan diri, baik secara fisik maupun spiritual, agar ibadah puasa bisa dijalankan dengan lebih tenang dan khusyuk.


Bacaan Niat Mandi Puasa Ramadhan

Niat mandi puasa Ramadhan pada dasarnya adalah niat untuk melakukan mandi wajib guna menghilangkan hadas besar sebelum menjalankan ibadah puasa.

Niat ini dibaca di dalam hati bersamaan dengan saat pertama kali air disiramkan ke tubuh ketika mandi.

Dalam beberapa referensi keislaman, dijelaskan bahwa niat mandi wajib cukup dilafalkan dalam hati, namun boleh juga diucapkan untuk membantu menghadirkan kesungguhan. Yang terpenting adalah adanya kesadaran dan tujuan untuk menyucikan diri karena Allah SWT.

Baca Juga: Ramadhan 2026 Jatuh 18 atau 19 Februari? Ini Penjelasan Versi Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah

Berikut bacaan niat mandi puasa Ramadhan:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِفَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ للهِ تَعَالَى

Nawaitul gusla li fardhi sahri Ramadhana lillahi ta’ala.

Artinya:

“Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar guna menjalankan puasa Ramadhan karena Allah Ta’ala.”

Melalui bacaan niat puasa Ramadhan ini, dianggap sebagai bentuk ketaatan dan persiapan diri agar ibadah puasa yang dijalankan menjadi sah, suci, dan lebih khusyuk.


Tata Cara Mandi Sunnah Sebelum Puasa Ramadhan

Supaya mandi sunnah sebelum Ramadhan atau sebelum mulai berpuasa dilakukan sesuai tuntunan, ada beberapa langkah yang bisa kamu ikuti dengan urut dan benar, yaitu:

  • Awali dengan membaca niat di dalam hati sebelum mulai mandi.

  • Cuci kedua tangan sebanyak tiga kali agar bersih sebelum menyentuh bagian tubuh lainnya.

  • Bersihkan area kemaluan dan bagian tubuh yang dianggap kotor.

  • Lanjutkan dengan berwudhu seperti wudhu ketika hendak menunaikan salat.

  • Siram kepala sebanyak tiga kali sampai air benar-benar membasahi kulit kepala.

  • Setelah itu, siram seluruh tubuh secara merata, dimulai dari sisi kanan kemudian sisi kiri.

  • Pastikan air mengalir dan membasahi seluruh bagian tubuh tanpa ada yang terlewat.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, mandi sunnah bisa dilakukan dengan lebih sempurna dan sesuai anjuran.


Siapa yang Disarankan Melakukan Mandi Puasa Ramadhan?

Berikut yang disarankan atau diwajibkan mandi wajib sebelum puasa Ramadhan:

1. Orang yang Mengalami Hadas Besar

  • Setelah berhubungan suami istri

  • Keluar air mani

  • Selesai haid

  • Selesai nifas

Jika kondisi tersebut terjadi pada malam hari, maka dianjurkan mandi wajib sebelum waktu subuh agar bisa menjalankan puasa dalam keadaan suci.

2. Wanita yang Selesai Haid atau Nifas di Malam Hari

Jika darah haid atau nifas berhenti sebelum subuh, maka wajib mandi sebelum memulai puasa agar puasanya sah.

3. Orang yang Ingin Membersihkan Diri Menyambut Ramadhan

Meski tidak dalam keadaan hadas besar, seseorang boleh mandi sebagai bentuk menjaga kebersihan dan persiapan spiritual. Namun, ini bukan kewajiban dan tidak ada dalil khusus yang mewajibkannya.


FAQ

1. Apakah mandi puasa Ramadhan itu wajib?

Mandi puasa Ramadhan wajib dilakukan jika seseorang berada dalam kondisi hadas besar, seperti setelah berhubungan suami istri, keluar air mani, selesai haid, atau nifas. Namun, jika tidak dalam keadaan hadas besar, mandi sebelum Ramadhan hukumnya tidak wajib, hanya sebagai bentuk menjaga kebersihan.

2. Apakah harus mandi besar untuk menyambut Ramadhan?

Tidak ada dalil khusus yang mewajibkan mandi besar hanya untuk menyambut Ramadhan. Mandi tetap boleh dilakukan sebagai bentuk persiapan diri secara fisik dan spiritual, tetapi bukan sebuah kewajiban.

3. Kapan waktu terbaik melakukan mandi wajib sebelum puasa?

Jika hadas besar terjadi pada malam hari, maka dianjurkan mandi wajib sebelum waktu subuh. Dengan begitu, saat masuk waktu puasa, seseorang sudah dalam keadaan suci dan puasanya sah.

4. Apakah niat mandi puasa Ramadhan harus dilafalkan?

Niat mandi wajib cukup dibaca dalam hati bersamaan dengan awal menyiramkan air ke tubuh. Boleh dilafalkan untuk membantu menghadirkan kesungguhan, tetapi yang terpenting adalah niat dalam hati karena Allah SWT.

5. Apakah puasa tetap sah jika mandi wajib dilakukan setelah subuh?

Jika seseorang sudah berniat puasa dan hadas besar terjadi sebelum subuh, puasanya tetap sah selama ia segera mandi wajib untuk melaksanakan ibadah seperti salat. Namun, mandi sebaiknya dilakukan sebelum subuh agar lebih nyaman dan khusyuk dalam beribadah.


Kesimpulan

Mandi puasa Ramadhan pada dasarnya adalah mandi wajib untuk menyucikan diri dari hadas besar sebelum menjalankan ibadah puasa.

Kewajiban ini berlaku bagi mereka yang berada dalam kondisi tertentu, seperti setelah haid, nifas, berhubungan suami istri, atau keluar air mani.

Sementara itu, mandi untuk menyambut Ramadhan tanpa adanya hadas besar bukanlah kewajiban, melainkan bentuk persiapan diri agar ibadah terasa lebih bersih dan khusyuk.

Memahami niat, waktu, dan tata cara mandi wajib sangat penting agar puasa yang dijalankan sah dan penuh keberkahan.

Dengan persiapan lahir dan batin yang matang, umat Muslim dapat menyambut bulan suci Ramadhan dengan hati yang lebih tenang, suci, dan siap meraih pahala maksimal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.