BMKG Kasih Sinyal Awal, Jakarta Siaga Hadapi Banjir Besar

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi Jakarta bersiaga penuh menghadapi potensi banjir di musim hujan yang diprediksi akan berlangsung bulan ini hingga Februari 2026 mendatang.
Hal itu disampaikan Gubernur Jakarta, Pramono Anung, dalam apel dan gladi kesiapsiagaan banjir di Ruang Limpah Sungai, Jakarta Selatan, Selasa (4/11/2025).
Menurutnya, prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan peningkatan curah hujan dalam beberapa bulan ke depan.
Baca Juga: Intoleransi hingga Penyebaran Hoaks Jadi PR Besar Wujudkan Jakarta Kota Global
"Berdasarkan prediksi BMKG, diperkirakan pada bulan November ini sampai dengan Februari tahun depan curah hujannya akan mengalami kenaikan. Dan untuk itu kami akan bersiap-siap sejak awal supaya tidak terjadi lagi penanganan yang terlambat," jelas Pramono.
Meski demikian, Pramono menyebut penanganan banjir di Jakarta sejauh ini berjalan cukup baik, kecuali di beberapa titik tanggul yang sempat mengalami kerusakan.
Dia memastikan seluruh pompa dan peralatan pendukung penanganan banjir sudah dalam kondisi siap digunakan.
Baca Juga: Inflasi Jakarta Naik 0,31 Persen pada Oktober 2025
"Seluruh pompa dan juga peralatan yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta, dibantu dengan Marinir dan juga dari Polda Metro Jaya, kami sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi itu dan mudah-mudahan semuanya bisa teratasi dengan baik," ujarnya.
Sebagai bagian dari kesiapsiagaan, Pemprov Jakarta akan menggelar apel siaga banjir di seluruh wilayah Jakarta. Jadwalnya dimulai di Jakarta Timur pada 8 November. Disusul Jakarta Utara pada 10 November, Jakarta Pusat dan Barat pada 11 November serta Kepulauan Seribu pada 12 November.
Koordinasi dengan pemerintah pusat juga telah dilakukan untuk pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca (TMC) sebagai langkah antisipasi tambahan.
Baca Juga: Ambisi Jakarta Kota Global Harus Seimbangkan Ekonomi dan Sosial Budaya
"Kenapa ini dilakukan di seluruh wilayah (Jakarta). Supaya mereka bersiap-siaga, termasuk untuk modifikasi cuaca kami sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat," demikian Pramono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









