Teguh Setyabudi Diharapkan Mampu Benahi Food Station Usai Tersandung Kasus Beras Oplosan

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menunjuk Teguh Setyabudi, menjadi Komisaris Utama PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda). Penunjukkan ini diharapakan mampu membawa angin segar dalam tubuh perusahaan.
"PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) beserta seluruh jajaran Komisaris, Direksi, dan Pegawai menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Bapak Teguh Setyabudi atas pelantikan sebagai Komisaris Utama Food Station," tulis manajemen Food Station, melalui akun resmi Instagram, Rabu (6/82025).
Teguh diharapkan mampu memperkuat peran strategis dalam ketahanan pangan, peningkatan tata kelola perusahaan, dan kontribusi terhadap pembangunan daerah serta nasional.
Baca Juga: Pramono Anung Minta Beras Oplosan Food Station Ditarik dari Peredaran
"Semoga Bapak senantiasa diberikan kelancaran dan kesuksesan dalam menjalankan amanah, serta membawa semangat baru dalam mendorong transformasi dan kemajuan berkelanjutan bagi PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda)," lanjut pernyataan tersebut.
Teguh Setyabudi sendiri bukan nama baru di lingkungan Pemprov Jakarta. Dia pernah memimpin Jakarta sebagai Penjabat (Pj) Gubernur pada Oktober 2024 hingga Februari 2025, sebelum Pramono Anung dilantik sebagai Gubernur definitif. Saat ini, Teguh juga masih menjabat sebagai Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) di Kementerian Dalam Negeri.
Pramono menilai, Teguh Setyabudi dapat membenahi Food Station (FS) Tjipinang Jaya usai terlibat kasus beras oplosan, sehingga ditunjuk sebagai komisaris utama BUMD itu.
"Saya dan Bang Doel yang memutuskan kenapa Pak Teguh. Memang dibutuhkan orang dengan kredibilitas dan juga rekam jejak yang mumpuni. Karena bagaimanapun persoalan FS ini di luar dugaan saya dan Pak Wagub," kata Pramono saat dijumpai di kawasan Jakarta Pusat, dikutip Antara, Selasa (5/8/2025).
Sebelumnya, Pramono telah menunjuk Direktur Keuangan (Dirkeu), Julius Sutjiadi, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya.
Baca Juga: Dirut Food Station Jadi Tersangka, Pramono: Kami Hormati Proses Hukum dan Tak Akan Intervensi
Keputusan penunjukan Plt Dirut dari pihak internal dilakukan, demi menjaga kelangsungan operasional Food Station agar tidak terganggu di tengah proses hukum yang sedang berjalan.
Dia mengaku, sebelum kasus tersebut viral, dirinya sudah memanggil Dirut dan jajaran Food Station untuk bersiap ambil posisi apabila kasus tersebut terbukti.
Saat itu, Direktur Utama dan Direktur Operasional Food Station langsung merespons dengan menyatakan pengunduran diri mereka, meski kasus tersebut masih dalam tahap pemeriksaan. Dengan mundurnya dua jajaran direksi Food Station, maka tersisa hanyalah Direktur Keuangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 5Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 6Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 7Masuki Usia 8 Tahun, Pindar UKU Bidik Pertumbuhan Lewat Penguatan Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








