Dirut Food Station Jadi Tersangka, Pemprov Jakarta Diminta Bersih-bersih Seluruh BUMD

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta diminta segera membenahi seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jakarta, menyusul ditetapkannya Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Karyawan Gunarso, sebagai tersangka kasus dugaan pemalsuan mutu beras.
Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Francine Widjojo, mengatakan pembenahan ini untuk mencegah terulangnya pelanggaran yang bisa merugikan masyarakat.
"BUMD yang seharusnya hadir untuk rakyat Jakarta, justru diduga kuat menipu masyarakat lewat beras oplosan. Ini bukan sekadar pelanggaran teknis, tapi pengkhianatan terhadap kepercayaan publik," kata Francine dalam keterangannya, Jumat (1/8/2025).
Baca Juga: Pramono Terima Surat Pengunduran Diri Dirut Food Station Usai Jadi Tersangka Kasus Beras Oplosan
Food Station yang selama ini mengurus distribusi dan penjualan bahan pangan strategis di wilayah Jabodetabek, kini tercoreng. Investigasi Kementerian Pertanian bahkan mengungkap beras produksi mereka tidak memenuhi standar mutu premium yang ditetapkan pemerintah.
Dia pun mengapresiasi sikap tegas Gubernur Jakarta, Pramono Anung, yang menyatakan dukungan penuh terhadap proses hukum tanpa intervensi. Namun dia menegaskan, langkah itu belum cukup.
Dia mendesak Pemprov Jakarta mengganti seluruh jajaran direksi Food Station. Mengingat, bukan hanya dirut yang menjadi tersangka, namun dua petinggi Food Station juga menjadi tersangka.
"Pemprov Jakarta harus segera mengganti seluruh jajaran Direksi Food Station. Tak bisa hanya diam. Ini momen untuk bersih-bersih menyeluruh," ujar mantan Direktur LBH PSI itu.
Selain itu, dia juga menyoroti tugas Food Station yang selama ini turut menyalurkan beras untuk program pangan bersubsidi. "Harus diselidiki juga, apakah beras oplosan ini menyasar program subsidi? Jangan-jangan masyarakat kecil ikut jadi korban," ungkapnya.
Baca Juga: Dirut Food Station Tersangka Kasus Beras Oplosan, Distribusi Pangan di Jakarta Tidak Terganggu
Dia menekankan pentingnya Pemprov Jakarta menetapkan indikator kinerja atau Key Performance Indicator (KPI) yang tegas dan obyektif, untuk seluruh Direksi BUMD.
"Kalau mereka tidak perform, langsung ganti! Jangan tunggu sampai skandal terjadi lagi," tandasnya.
Dia berharap, kasus ini menjadi yang terakhir dan tidak akan terulang lagi. Salah satunya, dengan pembenahan seluruh BUMD yang ada di Jakarta.
Sebelumnya, Satgas Pangan Polri telah menetapkan tiga petinggi PT Food Station Tjipinang Jaya (FS) sebagai tersangka kasus dugaan pengoplosan beras premium. Ketiganya diduga kuat memperdagangkan beras tak sesuai standar mutu dan label kemasan.
Mereka adalah Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya (FS), Karyawan Gunarso (KG); Direktur Operasional PT Food Station Tjipinang Jaya, Ronny Lisapaly (RL); dan RP yang menjabat Kepala Seksi Quality Control PT Food Station Tjipinang Jaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 6Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







