Proyek Rehabilitasi Sekolah Gagal, DPRD Kritik Lemahnya Pengawasan Pemprov Jakarta

AKURAT.CO Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jakarta, mengkritik keras lemahnya pengawasan Pemprov Jakarta terhadap proyek pembangunan dan rehabilitasi sekolah bernilai ratusan miliar rupiah, yang dinilai tidak sesuai dengan kualitas hasilnya.
"Fraksi Gerindra meminta Pemprov lebih tegas dan selektif mengawasi kontraktor pelaksana pembangunan sekolah-sekolah bermasalah," kata Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Fraksi Gerindra, Ryan Kurnia Ar Rahman, Selasa (17/6/2025).
Dalam rapat paripurna pembahasan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2024, Ryan menyoroti sejumlah proyek pendidikan yang bermasalah dan menuntut agar temuan itu ditindaklanjuti secara serius oleh Pemprov.
Baca Juga: Gerindra Desak Transparansi Proyek Rehabilitasi Sekolah Rp95 Miliar di Jakarta Barat
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh dan memperkuat pendampingan proyek agar tidak terjadi penyimpangan lagi.
"Setiap proyek harus tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya," ujarnya.
Berdasarkan temuan Komisi E, kontraktor KSO Arkindo Elsadai Amytas mengerjakan tujuh paket proyek sekolah dengan nilai total mencapai Rp208,57 miliar, antara lain rehab total SDN Cengkareng Timur 3 dan 4 Petang (Rp19,66 miliar), rehab total SDN Pegadungan 12 Pagi (Rp18,21 miliar), dan pembangunan SDN Kembangan Utara 04 & USB SMP (Rp51,37 miliar).
Baca Juga: Proyek Rehabilitasi Sekolah Rp95 Miliar di Jakarta Barat Diduga Sarang KKN, Septictank Baru Sudah Meluap
Sebelumnya, Sekretaris Fraksi Gerindra, Yudha Permana, mendesak Dinas Pendidikan DKI membuka transparansi Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan kode 1.3 dalam forum resmi bersama kontraktor pada Rapat Dengar Pendapat, Rabu (10/6/2025).
Desakan itu muncul setelah dugaan kualitas rehab total empat sekolah di Jakarta Barat jauh dari standar, padahal anggaran mencapai Rp95 miliar dari APBD 2023. "Saya minta RAB kode 1.3 dibuka agar anggaran jelas dipakai untuk apa saja," kata Yudha.
Yudha menegaskan pentingnya transparansi dan pengawasan ketat agar proyek pendidikan tidak menjadi ajang pemborosan APBD dan mengancam keselamatan peserta didik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








