Pemprov Jakarta Pastikan Anggaran Pangan Bersubsidi 2026 Tak Dipangkas

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memastikan tidak akan ada pengurangan anggaran pangan bersubsidi Rp300 miliar dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Jakarta Tahun Anggaran 2026.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menjelaskan angka yang tercantum dalam Raperda APBD 2026 hanyalah draf awal yang belum bersifat final.
"Anggaran yang tercantum dalam Raperda masih dapat ditambah apabila diperlukan," kata Hasudungan dalam keterangan resmi, Jumat (14/11/2025).
Menurutnya, ruang penambahan tetap terbuka melalui mekanisme pergeseran anggaran dari Belanja Tidak Terduga (BTT) maupun lewat Anggaran Perubahan 2026. Kepastian ini menjadi penegas bahwa Jakarta tidak akan membiarkan masyarakat kehilangan akses pada bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau.
"Program pangan bersubsidi yang telah berjalan sejak 2017 itu kini menjadi salah satu bantuan paling diandalkan warga. Setiap tahun, sekitar satu juta penerima manfaat terbantu lewat program tersebut," ucapnya.
Hingga saat ini, tidak kurang dari 16 juta komoditas pangan bersubsidi telah digelontorkan. Mulai dari beras dan telur ayam, hingga daging sapi, ikan kembung, dan susu UHT. Seluruhnya disalurkan lewat gerai resmi yang dikelola Pemprov Jakarta.
"Masyarakat tidak perlu khawatir, karena sampai akhir tahun ini seluruh komoditas tetap tersedia di gerai maupun titik penjualan lainnya. Distribusinya berjalan lancar sesuai jadwal," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









