Akurat

Taman 24 Jam di Jakarta Jadi Tempat Asusila, Fraksi PSI: Harus Ada Evaluasi Segera

Citra Puspitaningrum | 14 Juni 2025, 23:06 WIB
Taman 24 Jam di Jakarta Jadi Tempat Asusila, Fraksi PSI: Harus Ada Evaluasi Segera

AKURAT.CO Fraksi PSI DPRD Jakarta, angkat bicara mengenai kasus remaja mesum di Taman Langsat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang viral baru-baru ini. Diketahui, Taman Langsat menjadi salah satu taman yang dibuka 24 jam.

Anggota DPRD Jakarta Fraksi PSI, Elva Farhi Qolbina, mengatakan pihak PSI telah membentuk tim investigasi kecil-kecilan untuk mengkaji efektivitas program taman 24 jam yang digagas Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno.

"Memang perlu cek ulang pertama penerangan yang harus ditambah di banyak titik taman agar tidak ada lagi tempat gelap yang dimanfaatkan untuk hal-hal tak terpuji," ujar Elva usai acara diskusi 100 hari Pramono-Rano, Jakarta menyala sesudah 100 hari Pramono-Rano?, di Jakarta Pusat, Sabtu (14/6/2025).

Baca Juga: Diduga Ada Politisasi dari Kasus Remaja Mesum di Taman Langsat

Dia juga menyoroti, kurangnya patroli petugas keamanan yang mestinya rutin melakukan pengecekan di taman yang buka sepanjang hari tersebut.

"Selain keamanan yang juga masih kurang maksimal, edukasi soal budaya bertaman harus digalakkan agar masyarakat tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di taman. Pemasangan papan pengumuman di sekitar taman sangat perlu dilakukan oleh Pemprov," tegasnya.

Mengenai aspek keamanan, kondisi saat ini masih sangat kurang. Banyak pengunjung yang masih merokok di taman, padahal hal itu mengganggu kenyamanan pengunjung lain yang memanfaatkan fasilitas publik tersebut.

Ketika disinggung soal kemungkinan menutup taman 24 jam, Elva menegaskan niat program ini sangat baik sebagai ruang aktualisasi masyarakat. Oleh karena itu, lanjut dia, PSI berencana menggandeng komunitas untuk menggelar berbagai macam acara di taman yang dibuka 24 jam.

"Evaluasi harus dilakukan dengan menambah penerangan, personel keamanan, dan papan pemberitahuan. Kami juga akan menggandeng komunitas untuk lebih banyak beraktivitas di taman agar suasana tetap kondusif," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.