DPRD Jakarta Bongkar Modus Orangtua Pindah Tugas Demi Anak Masuk Sekolah Favorit

AKURAT.CO Ketua Komisi E DPRD Jakarta, Muhammad Thamrin, mengungkapkan adanya indikasi rekayasa pindah tugas orang tua yang memengaruhi proses penerimaan siswa di sekolah favorit.
Hal ini disampaikan dalam rangka mendorong transparansi dan pengawasan ketat, terhadap aturan afirmasi dan zonasi yang diatur Permendikbud.
Menurutnya, meski aturan dan kebutuhan penerimaan siswa tahun 2024-2025 sudah jelas dan transparan, masih sering muncul aduan dari masyarakat soal dugaan manipulasi data pindah tugas atau pindah domisili orang tua yang dibuat-buat agar anak bisa diterima di sekolah tertentu.
Baca Juga: Selain Ekstrakurikuler dan Kompetisi, Apa Saja Aktivitas yang Pernah Dilakukan Sekolah yang Mendorong Interaksi Antarsiswa dalam Satu Tahun Terakhir?
"Setiap pejabat yang terkait seharusnya memberikan surat pindah tugas yang sah dari pimpinannya, bukan sekadar indikasi," ujarnya di gedung DPRD Provinsi Jakarta, Jumat (23/5/2025).
Dia menegaskan, agar proses ini lebih otentik dan tidak disalahgunakan, pindah tugas orang tua harus disertai dengan Kartu Keluarga (KK) baru serta keterangan resmi dari kelurahan sebagai bukti domisili yang kuat.
"Jangan sampai anak guru yang mengajar di sekolah tersebut malah tidak bisa diterima, karena kalah dengan anak orang tua yang diduga pindah tugas rekayasa," katanya.
Politisi Fraksi PKS itu optimis dengan pengawasan yang ketat dan keterbukaan informasi, proses penerimaan siswa dapat berjalan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Masyarakat juga harus diajak ikut mengawal agar tidak ada praktik yang merugikan dan menimbulkan ketidakadilan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









