DPR Beri Atensi pada Kasus Perundungan SMP Mardi Waluya Cibinong

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, menanggapi viral kasus perundungan di SMP Mardi Waluya Cibinong, Bogor, Jawa Barat.
Kasus ini beredar melalui video yang diunggah oleh selebgram Forendelba yang memprotes penanganan kasus perundungan yang menimpa keponakannya tersebut. Ahmad Sahroni kemudian mengunggah ulang video Forendelba, hingga kembali ramai dikomentari netizen.
"Bah masih kecil udah belagu bener," kata Sahroni di Instagram pribadinya @ahmadsahroni88, Kamis (20/2/2025).
Baca Juga: HEBOH! Selebgram Forendelba Protes Penanganan Kasus Perundungan di SMP Mardi Waluya Cibinong
Kabarnya, perundungan ini melibatkan anak-anak SMP Cibinong yang tengah bertanding bola basket. Namun, ada akun bodong yang mengatasnamakan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi), yang melarang para siswa memviralkan video tersebut.
Ketua Umum Pengurus Pusat Perbasi yang juga Wakil Ketua Komisi I DPR, Budi Djiwandono, mengatakan pihaknya telah memberi atensi dalam kasus perundungan itu.
"Sudah diatensi. Thanks infonya," ujar Budi @melalui komentar di unggahan Sahroni.
Sebagai informasi, media sosial saat ini sedang heboh dengan video selebgram Forendelba yang memprotes penanganan kasus perundungan di SMP Mardi Waluyu Cibinong.
Dalam unggahan di Instagramnya, Forendelba menceritakan bahwa keponakannya menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh salah satu siswa SMP Mardi Waluyu Cibinong saat pertandingan basket berlangsung.
"Beberapa Waktu lalu keponakan aku yang bernama S*** dari SMPN 1 Bogor dipukul secara terang-terangan oleh oknum yang bernama R*** C*** dari SMP Mardi Waluya Cibinong," jelas Forendelba dikutip dari Instagramnya pada Kamis (20/2/2025).
Dia juga menjelaskan, bahwa bentuk kekerasan yang dilakukan berupa memukul, menyeleding hingga terjatuh keras, menyikut kencang, hingga memukul kepala korban. Forendelba merasa bahwa ada kejanggalan dalam kasus kekerasan ini termasuk penanganan pihak sekolah yang dinilai kurang tegas.
"Pihak sekolah saat ini tidak memberikan sanksi tegas kepada pelaku. Pihak sekolah meminta maaf ke orang tua korban hanya dengan cara memberikan surat selembaran," tuturnya.
Tak hanya keponakannya, sejumlah anak juga menjadi korban kekerasan dari anak SMP Mardi Waluya Cibinong tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








