Akurat

Perangkat Daerah Jakarta Harus Lebih Adaptif dalam Efisiensi Anggaran

Siti Nur Azzura | 9 Februari 2025, 18:30 WIB
Perangkat Daerah Jakarta Harus Lebih Adaptif dalam Efisiensi Anggaran

AKURAT.CO Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Jakarta, diminta untuk lebih adaptif dan koordinatif dalam menyisir anggaran terkait implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Anggaran.

"Teman-teman di SKPD, saya harap lebih adaptif dan koordinatif saat menyisir anggaran," ujar Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono, kepada wartawan di Jakarta, Minggu (9/2/2025).

Politisi Partai Golkar ini menekankan, pentingnya keterlibatan dan informasi yang transparan kepada DPRD dalam proses efisiensi anggaran. DPRD DKI, harus mendapatkan pemahaman yang jelas teekait penerapan kebijakan karena berperan sebagai penyerap aspirasi dan penyebar informasi SL terkait sosialisasi peraturan.

"Tentunya kita harus dilibatkan dan diinformasikan, karena kan kita yang langsung berhadapan dengan warga dalam Sosper," kata Alia.

Baca Juga: Efisiensi APBN 2025 Diminta Tak Korbankan Anggaran Pemeliharaan Jalan

Dia mengingatkan, agar SKPD tidak mengabaikan aspek komunikasi dalam implementasi kebijakan tersebut. Jika ada pemangkasan anggaran yang berdampak langsung pada masyarakat, DPRD harus mendapatkan informasi lebih awal agar tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.

"Takutnya nanti misal ada efisiensi yang dirasakan warga dan mereka tanya ke kita, tapi kita tidak tahu karena tidak ada informasi dari SKPD, dan itu harus dihindari," tegasnya.

Wakil Ketua Umum Bidang Media dan Komunikasi Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia ini menegaskan, efisiensi anggaran harus dikaji secara mendalam agar implementasinya benar-benar efektif tanpa mengganggu layanan publik.

"Karena memang tujuannya untuk menghemat anggaran sesuai perintah presiden, kalau bisa dikaji sebaik-baiknya terkait detail anggaran sehingga jelas semuanya," tandasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.