Akurat

Banjir Rendam 10 Kecamatan di Batang, 7.000 Warga Terdampak

Eko Krisyanto | 23 Januari 2025, 17:01 WIB
Banjir Rendam 10 Kecamatan di Batang, 7.000 Warga Terdampak

AKURAT.CO Banjir besar melanda Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Senin (20/1/2025), menyebabkan setidaknya 10 desa di 10 kecamatan terendam.

Kecamatan yang terdampak meliputi Bawang, Reban, Subah, Tersono, Warungasem, Gringsing, Bandar, Blado, Batang, dan Wonotunggal.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa sekitar 130 kepala keluarga atau 500 orang harus mengungsi, sementara 7.000 warga lainnya terdampak banjir.

Salah satu kerusakan terparah terjadi di Desa Ngadirejo, Kecamatan Reban.

Jembatan yang menghubungkan desa dengan Dukuh Pringombo hanyut tersapu arus deras, mengakibatkan akses transportasi terputus.

Selain itu, instalasi PDAM di wilayah tersebut juga hilang akibat banjir.

Baca Juga: Jalur Rel di Grobogan Terputus Imbas Banjir, 29 Perjalanan KA Dialihkan

“Banjir juga menyebabkan tumpukan kayu menutup jalan Pacet-Kayulandak, sehingga 13 keluarga di Desa Pacet yang terdiri dari 50 orang harus mengungsi ke balai desa dan mushola setempat,” ujar Lani Dwi Rejeki, Penjabat Bupati Batang, seperti dilansir dari situs resmi Pemkab Batang, Kamis (23/1/2025).

BNPB mencatat sejumlah kerusakan akibat banjir, termasuk:

- 5 rumah warga rusak berat.
- 7 rumah terdampak banjir.
- 1 objek wisata rusak.
- 1 pembangkit listrik tenaga air (PLTA) terdampak.
- 1 ruas jalan utama tertutup material banjir.

Meskipun kerusakan infrastruktur cukup signifikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Menurut BMKG, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan masih akan terjadi di wilayah Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Batang, pada 23-24 Januari 2025.

Kepala BNPB, Abdul Muhari, mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap siaga menghadapi potensi bencana susulan akibat cuaca ekstrem.

“Meski genangan air mulai surut, kewaspadaan terhadap bencana lanjutan tetap harus dilakukan guna meminimalkan risiko dan dampaknya,” tegas Muhari.

Baca Juga: Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Pekalongan Timbulkan Banyak Korban Jiwa, Apa Penyebabnya?

BNPB mengingatkan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengantisipasi cuaca buruk yang dapat memicu bencana lebih lanjut.

Langkah pencegahan seperti penguatan tanggul, pembersihan aliran sungai, dan pemantauan daerah rawan longsor menjadi prioritas utama. (Noor Latifah Adzhari)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.