Akurat

Debat Perdana Calon Wakil Bupati Bojonegoro Ricuh, Netizen Ingatkan Jangan Sampai Salah Pilih

Tim Redaksi | 21 Oktober 2024, 20:08 WIB
Debat Perdana Calon Wakil Bupati Bojonegoro Ricuh, Netizen Ingatkan Jangan Sampai Salah Pilih

AKURAT.CO Sebelum momen sakral pemungutan suara Pilkada Serentak 2024, debat antar kandidat kepala daerah merupakan hal wajib dan penting dilakukan.

Supaya rakyat dapat melihat gambaran mengenai visi, misi serta tujuan yang ditawarkan oleh para calon pemimpin.

Momentum debat pilkada baru-baru ini menjadi topik hangat setelah video cuplikan debat calon Wakil Bupati Bojonegoro yang terjadi tepat pada 19 Oktober 2024 berjalan tidak kondusif.

Di mana, debat yang seharusnya menjadi ajang adu gagasan justru berakhir ricuh setelah calon wakil bupati yang menjadi peserta debat melanggar aturan.

Mengusung tema "Tata Kelola Lahan dan Sumber Daya Alam yang Berkeadilan" debat calon Wakil Bupati Bojonegoro 2024 diikuti oleh dua pasangan yakni nomor urut 01, Teguh Haryono-Farida Hidayati, serta nomor urut 02, Setyo Wahono-Nurul Azizah.

Pada mulanya suasana debat ini tenteram dan berlangsung lancar.

Namun ketika giliran nomor urut 01 diminta untuk mengemukakan visi misinya, situasi mulai memanas tatkala Farida alih-alih memberikan gagasan yang diminta, justru membacakan Keputusan KPU dan SK KPU Bojonegoro.

Baca Juga: Trailer Trending di YouTube! Ini Sinopsis The Shadow Strays yang Telah Tayang di Netflix

"Perlu kami jelaskan di awal bahwa kami mengikuti keputusan KPU Nomor 1363 yang diterbitkan 23 September 2024 dan SK KPU Bojonegoro yang diterbitkan tanggal 24 September 2024. Yang menyatakan debat dilakukan oleh pasangan calon. Oleh karena itu, karena kami satu kesatuan calon bupati dan calon wakil bupati, maka saya akan memanggil pasangan saya. Beliau adalah garda terdepan pemenangan Bojonegoro," kata Farida.

Pernyataan Farida itu memicu reaksi para penonton. Terlebih ketika Teguh Haryono dengan berani langsung naik podium dan mengawali sambutannya.

Teguran dari moderator pun tidak diindahkan. Mengingat tindakan Teguh telah melanggar kesepakatan dari format debat.

"Mohon izin bapak mohon izin, debat tidak bisa dilanjutkan bapak. Teman-teman sekalian, sesuai instruksi, debat kali ini tidak bisa dilanjutkan," ujar moderator.

Ketua KPU Bojonegoro yang melihat situasi semakin tidak terkendali akhirnya memutuskan untuk menghentikan acara debat yang semula dijeda selama 10 menit.

Keputusan ini diambil demi menjaga ketertiban dan memastikan bahwa semua proses berjalan sesuai aturan yang ada.

Ketidakpatuhan terhadap aturan akan berdampak pada kesan negatif di mata masyarakat, yang berpotensi memengaruhi hasil pilkada nanti.

"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila acara pada malam hari ini tidak bisa berjalan lancar. Saya minta waktu 10 menit. Kalaupun misal tidak bisa berjalan lancar, mohon maaf yang sebesar-besarnya, acara pada malam hari ini akan saya hentikan," jelas Ketua KPU Bojonegoro, Robby.

Banyak netizen memberikan reaksi sebagai tanggapan cuplikan debat ini yang viral di media sosial.

Mayoritas mereka menyayangkan serta mengecam tindakan Farida yang dinilai kekanak-kanakan dan tidak bertanggung jawab akan tugas yang seharusnya bisa dilakukan sendiri.

Debat antara calon bupati dan wakil bupati memiliki porsi masing-masing.

Satu kesatuan yang disinggung oleh Farida tidak valid dipakai dalam ruang debat, yang memang dikhususkan untuk peserta yang sudah ditentukan saja.

Menanggapi video viral debat tersebut, netizen ramai-ramai memberikan komentar di media sosial X.

Baca Juga: Tinjau Food Station, Pj Gubernur Jakarta Jamin Harga Pangan Stabil Saat Pilkada dan Nataru

"Moderator aja gak di dengar, apalagi rakyat wkwkwk jangan sampe pilih mereka inget," tulis akun @yasminzaxxx.

"Belum terpilih aja udah begini, gimana kalo udah terpilih," tulis akun @ursexsatxxx.

"Dalam kepemimpinan, mendengarkan adalah kunci. Kalau ini, sangat, sangat, sangat memalukan," akun @ProfesorZubaxxx berkomentar.

"Sekelas calon pemimpin tetapi tidak ada sosok kepemimpinan pada dia," akun @Generasiosxxx menimpali.

"Judulnya debat wakil bupati. Yakali calon bupati ikutan. BBojonegoro ternyata punya calon yg lucu juga," celetuk akun @Buambanxxx.

"buset, sungguh kekanak-kanakan, miris banget yg harusnya adu visi misi antar calon, malah jadi pertunjukan mempertontonkan kesewenangan," tulis akun @rysuxxx menjelaskan.

Kericuhan yang terjadi pada ruang debat Pilkada Bojonegoro 2024 ini memperlihatkan betapa pentingnya mengikuti aturan yang sudah disepakati dalam setiap tahapan pemilu.

Apa yang telah dilakukan oleh pasangan nomor urut 01 tidak hanya melanggar aturan dan membuat rusaknya jalan debat, tetapi juga memicu pertanyaan-pertanyaan timbul akan integritas dan kemampuan yang mereka miliki.

Dengan mempertimbangkan respons masyarakat, diharapkan debat-debat mendatang dapat berlangsung baik, kondusif dan tentunya sesuai aturan.

Baik peserta maupun penyelenggara bisa sama-sama berbenah untuk menjaga suasana dan jalannya ruang diskusi yang tenteram. (Wandha Chintya Nurulita)

Baca Juga: Menhub Dudy Purwagandhi Siap Lanjutkan Pembangunan Konektivitas Transportasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Reporter
Tim Redaksi
W
Editor
Wahyu SK