Akurat

Bentrok di Rempang Pecah Gegara Ulah Provokator, Polisi Buru Pelaku

Mukodah | 22 September 2024, 21:15 WIB
Bentrok di Rempang Pecah Gegara Ulah Provokator, Polisi Buru Pelaku

AKURAT.CO Sehari sebelum bentrokan pecah di Goba, Pulau Rempang, seorang oknum mengaku-ngaku sebagai pemilik tanah di hadapan warga yang sedang berkumpul.

Ia menyatakan telah menghibahkan tanahnya kepada warga, yang langsung disambut dengan sukacita.

Namun, belakangan terungkap bahwa tanah yang dihibahkan tersebut bukanlah miliknya, sehingga memicu kebingungan dan ketegangan di antara masyarakat.

Keesokan harinya, Rabu (18/9/2024), bentrokan terjadi antara warga dan pihak PT. Makmur Elok Graha (MEG), pengelola lahan yang ditunjuk oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Kapolsek Galang, Iptu Alex Yasral, menjelaskan, warga terprovokasi oleh oknum tersebut, yang memberikan informasi palsu terkait kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh pihak perusahaan.

Baca Juga: Polisi Selidiki Penemuan 7 Mayat Pria di Kali Bekasi, Sebagian Korban Masih di Bawah Umur

"Ada oknum yang memancing situasi, memberi informasi kepada warga bahwa ada ketidakadilan dari pihak PT. MEG," ujar Alex.

Alex mengatakan bahwa oknum tersebut mengaku sebagai pemilik tanah dan berjanji akan menghibahkan lahannya kepada warga.

Informasi inilah yang memicu aksi anarkis warga terhadap fasilitas milik PT. MEG.

Saat ini, polisi masih mengejar oknum provokator tersebut untuk dimintai pertanggungjawaban.

Di sisi lain, BP Batam sudah membayarkan hak atas lahan kepada warga dan menyerahkan pengelolaannya kepada PT. MEG.

Namun, sekitar 50 warga yang merasa dirugikan terlibat bentrok dengan karyawan PT. MEG.

Bentrokan ini terjadi karena komunikasi yang kurang baik di lapangan, sehingga kedua pihak bersinggungan.

Baca Juga: Erick Thohir Terima Bola Bertandatangan Paus Fransiskus, Bakal Disimpan di Museum Bola Indonesia

"Ada korban dari kedua belah pihak, baik dari warga maupun dari pihak PT. MEG. Saat ini masing-masing menempuh jalur hukum," kata Alex.

Akibat bentrokan tersebut, tiga karyawan PT. MEG mengalami luka-luka.

Direktur Utama PT. MEG, Nuraini Setiawati, mengungkapkan bahwa karyawannya bernama Hardin, mengalami luka dalam dan retak di bagian rahang.

Afrizal mengalami luka di bawah mata hingga penglihatannya kabur, sementara Franklin mengalami luka di kepala akibat benturan benda keras.

"Ketiganya saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit," katanya, melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (22/9/2024).

Nuraini menjelaskan, pihaknya bertahan di lahan yang telah diserahkan BP Batam kepada PT. MEG untuk proyek pengembangan kawasan Rempang.

Baca Juga: Persita Tangerang vs Semen Padang: Gol Tunggal Aji Kusuma Menangkan Pendekar Cisadane

Namun, pada saat itu, puluhan warga datang memaksa perusahaan untuk meninggalkan lokasi.

Ketegangan semakin memanas hingga berujung pada tindakan anarkis warga, yang membawa kayu sebagai senjata dan menyerang karyawan PT. MEG.

Alex menambahkan, pada dasarnya situasi di Pulau Rempang aman, namun pihak-pihak tertentu memanfaatkannya untuk membuat panas keadaan.

Ia juga mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh kabar simpang siur dan hoaks yang semakin banyak beredar terkait konflik ini.

"Situasi sebenarnya aman, tapi terus dipanas-panasi hingga terjadilah masalah ini," kata Alex.

Polisi kini terus mengejar pelaku provokasi yang menyebabkan bentrokan ini, sembari mendalami peran oknum-oknum lain yang diduga ikut terlibat.

Warga diimbau untuk tetap tenang dan mempercayakan penyelesaian masalah ini kepada jalur hukum yang sedang ditempuh oleh kedua belah pihak.

Baca Juga: Hujan Lebat dan Longsor Terjang Jepang Utara, 1 Orang Tewas dan Beberapa Hilang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK