Hujan Lebat dan Longsor Terjang Jepang Utara, 1 Orang Tewas dan Beberapa Hilang

AKURAT.CO Hujan deras mengguyur wilayah utara dan tengah Jepang pada Sabtu (21/9/2024), memicu tanah longsor dan banjir di wilayah Noto, Prefektur Ishikawa. Akibatnya, satu orang tewas dan beberapa lainnya dilaporkan hilang.
Banjir besar yang terjadi membuat sungai meluap, merendam rumah-rumah warga. Beberapa daerah yang terdampak banjir ini masih dalam proses pemulihan dari gempa yang terjadi pada 1 Januari lalu.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) telah mengeluarkan peringatan tertinggi terkait curah hujan di beberapa kota, termasuk Suzu dan Wajima. Di Suzu, seorang warga meninggal dunia dan satu orang hilang akibat tersapu banjir, sementara di kota Noto, satu orang lainnya dilaporkan hilang.
Selain itu, empat orang di Wajima hilang setelah tanah longsor melanda lokasi konstruksi. Mereka adalah bagian dari tim perbaikan terowongan yang rusak akibat gempa Januari lalu.
Menurut Kementerian Pertanahan dan Infrastruktur Jepang, sedikitnya 16 sungai meluap di Ishikawa pada Sabtu. Warga diminta untuk waspada terhadap risiko tanah longsor dan kerusakan bangunan.
Hingga Sabtu sore, sekitar 1.350 orang mengungsi ke pusat evakuasi.
Curah hujan hingga 20 cm diperkirakan akan terus turun di wilayah ini hingga Minggu, memperburuk situasi banjir.
"Hujan lebat melanda wilayah yang telah rusak parah oleh gempa bumi Noto, dan saya yakin banyak orang merasa sangat tidak nyaman," kata Kepala Sekretaris Kabinet Yoshimasa Hayashi, dikutip dari Apnews.com, Minggu (22/9/2024).
Selain Ishikawa, hujan lebat juga mengguyur prefektur Niigata dan Yamagata, memicu ancaman banjir lebih lanjut di wilayah tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









