Sedia Payung, Sebagian Wilayah Jakarta Diperkirakan Hujan Ringan hingga Sore

AKURAT.CO Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di sebagian wilayah Jakarta, akan diguyur hujan ringan pada Kamis (2/1/2025) sore.
Melalui laman resminya, BMKG merinci pada pagi hari sebagian wilayah DKI Jakarta, seperti Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Selatan diperkirakan berawan tebal. Sedangkan Kepulauan Seribu diperkirakan hujan ringan.
Memasuki siang hari, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara diperkirakan berawan. Sedangkan Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu diperkirakan berawan tebal.
Baca Juga: Sebagian Jakarta Berpotensi Hujan Ringan di Hari Pertama Tahun 2025
Lalu, sore hari sebagian wilayah Jakarta seperti Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur diperkirakan hujan ringan, sedangkan Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu berawalan tebal.
Kemudian, memasuki malam hari wilayah Jakarta seperti Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara diperkirakan berawan tebal, sedangkan Kepulauan Seribu hujan ringan.
Suhu udara di Jakarta pagi hari diperkirakan berada pada kisaran minimum 25 derajat hingga 28 derajat celsius, lalu memasuki siang hari suhu udara mencapai 28 sampai 30 derajat celsius, sedangkan malam hari mencapai 25 sampai 28 derajat celsius.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, Indonesia saat ini berada dalam periode musim hujan dengan intensitas tinggi.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan periode musim hujan tersebut akan terjadi selama 10 hari terakhir di tahun 2024,hingga 10 hari awal tahun 2025.
Baca Juga: Lima wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Siang hingga Sore Nanti
"Saat ini, selama 10 hari terakhir di tahun 2024 hingga 10 hari awal tahun 2025 masih aktif La Nina lemah, terutama yang berada di wilayah Jawa bagian utara, ini sebagai memasuki puncak musim hujan di Januari," kata Dwikorita melalui siaran pers di Jakarta, ditulis Sabtu (28/12/2024).
Dia menjelaskan, bibit siklon tropis di Samudra Hindia bagian Selatan turut memengaruhi pola angin, yang memicu pembentukan awan hujan. Khususnya, di wilayah Sumatera bagian Selatan, Jawa, hingga Nusa Tenggara.
"Selain itu, aktifnya gelombang Rossby dan Kelvin yang diperkirakan berlangsung hingga akhir 2024 juga menjadi faktor yang meningkatkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia," imbuhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









