FIFA Terancam Mengalami 'Perang Dingin Internal' Jika Gianni Infantino Bertahan

AKURAT.CO, FIFA akan berada dalam dilema jika Gianni Infantino akhirnya terpilih kembali sebagai presiden dalam pemilihan pada Maret mendatang. Sangat mungkin terjadi “perang dingin” di tubuh induk organisasi sepakbola dunia tersebut.
Pandangan ini disampaikan salah satu pejabat elite sepakbola dunia yang tak menyebutkan namanya. Menurut sumber ini, akan menjadi pertanyaan soal bagaimana sepakbola akan dioperasikan jika sejumlah negara-negara anggota berpengaruh tetap menentang Gianni Infantino.
“Apa yang jelas saat ini, bahwa dia (Infantino) tidak akan pergi ke mana-mana,” kata sumber tersebut kepada Reuters dipetik dari New Strait Times. “Perang ‘panas-dingin’ adalah masalah yang sangat nyata untuk FIFA dan sepakbola dunia.”
Potensi perang dingin ini muncul melihat bahwa Gianni Infantino yang telah memutuskan untuk mencalonkan diri kembali sebagai Presiden FIFA periode 2027-2031 berpeluang menang dalam pemilihan di Rabat, Maroko, tahun depan.
Baca Juga: Respons Gianni Infantino, Presiden UEFA Tegaskan Hilangnya Kepercayaan Tak Bisa Dipulihkan
Hal tersebut terindikasi dengan dukungan sejumlah negara di Afrika, Amerika Selatan, Oseania, dan sebagian Asia. Pria berkebangsaan Swiss berusia 56 tahun tersebut juga sudah bergerak melakukan safari politik ke negara-negara tersebut untuk menggalang dukungan.
Semua berawal dari proposal penjualan saham Piala Dunia melalui FIFA Forward Enterprise (FFE) yang diajukan Infantino pasca Piala Dunia 2026. Proposal itu membuat berang sejumlah anggota tidak saja karena dianggap melanggar batas independensi FIFA juga karena diputuskan secara sepihak.
Pendongkelan dengan memaksa Infantino mundur dengan sendirinya oleh sejumlah anggota tak berhasil. Sementara konstelasi menjelang Kongres FIFA Maret nanti masih terpecah dan belum solid.
Infantino sendiri berusaha melunakkan situasi dengan membuka pembicaraan mengenai pembatasan kewenangan atau pengaturan lebih rinci soal pengambilan keputusan di level tertinggi FIFA.
Namun, hal tersebut tampaknya tak mengubah sikap para penentangnya. Presiden Konfederasi Sepakbola Eropa (UEFA), Aleksander Ceferin, misalnya, telah menegaskan bahwa hilangnya kepercayaan terhadap Infantino tak bisa dipulihkan lagi.
“Proyek (FFE) yang memecah-belah persatuan dunia sepakbola mungkin sudah dihancurkan, tetapi kepercayaan yang sudah dirusaknya tidak bisa dikembalikan,” kata Ceferin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK







