Akurat Logo

Respons Gianni Infantino, Presiden UEFA Tegaskan Hilangnya Kepercayaan Tak Bisa Dipulihkan

Hervin Saputra | 23 September 2026, 19:07 WIB
Respons Gianni Infantino, Presiden UEFA Tegaskan Hilangnya Kepercayaan Tak Bisa Dipulihkan
Presiden FIFA, Gianni Infantino (kanan), dan Presiden UEFA, Aleksander Ceferin (kiri). X/dw_sports.

AKURAT.CO, Konfederasi Sepakbola Eropa (UEFA) sepertinya bergeming dengan sikap mereka untuk melengserkan Gianni Infantino dari jabatan Presiden FIFA. UEFA sudah hilang kepercayaan terhadap Infantino.

Hal ini disampaikan oleh Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, saat menjadi pembicara pada Portugal Football Summit di Cidade Do Futebol, Oeiras, Portugal, Rabu (25/9/2026).

Tanpa menyebut nama Gianni Infantino, Aleksander Ceferin mengatakan bahwa kepercayaan terhadap Gianni Infantino yang rusak akibat proposal penjualan saham Piala Dunia melalui FIFA Forward Enterprise (FFE) tak bisa dipulihkan lagi.

“Bagaimanapun, tidak semua orang menempatkan permainan (sepakbola) di atas ambisi pribadinya. Kepercayaan dalam olahraga kita berpijak pada tiga pilar: persatuan, transparansi, dan tata kelola yang melayani banyak pihak, bukan sedikit,” kata Ceferin dipetik dari AS.

“Dalam beberapa waktu terakhir, tiga hal tersebut diabaikan oleh orang-orang yang disumpah untuk melindunginya. Proyek (FFE) yang memecah-belah persatuan di dunia sepakbola mungkin sudah dihancurkan, tetapi rusaknya kepercayaan belum kembali, dan memperbaikinya adalah tugas kita saat ini.”

Baca Juga: Gianni Infantino Terbuka dengan Perubahan Soal Pengambilan Keputusan Tingkat Presiden FIFA

Pernyataan Ceferin ini merupakan respons langsung setelah sehari sebelumnya Infantino membuka peluang diskusi untuk membahas kewenangan pengambilan keputusan di tingkat tertinggi FIFA.

Hal tersebut dilakukannya dengan mengirimkan surat kepada seluruh anggota Dewan FIFA yang akan melakukan rapat pada 15 Oktober nanti. Dalam suratnya, Infantino mengakui bahwa FFE dan pengambilan keputusan proposal tersebut adalah kesalahan.

UEFA sendiri bersama Concacaf (Konfederasi Sepakbola Amerika Utara-Tengah dan Karibia), OFC (Oseania), serta sebagian AFC (Asia) sudah menyatakan perlawanannya terhadap Infantino dalam urusan FFE.

FFE pada akhirnya dibatalkan namun gerakan untuk menggulingkan Infantino masih bergulir sampai saat ini. Infantino bersikeras dengan jabatannya dan kepastian soal posisinya di kursi Presiden FIFA bakal ditentukan pada pemilihan kepemimpinan periode 2027-2031 di Rabat, Maroko, Maret tahun depan.

Infantino saat ini mendapatkan dukungan dari Afrika, Amerika Selatan, dan Asia. Pria berkebangsaan Swiss berusia 57 tahun itu juga mendatangi sejumlah negara yang bisa dibaca sebagai bentuk menjaring dukungan menuju Kongres FIFA tahun depan.

Terdekat, sepekan ke depan Infantino dijadwalkan akan menghadiri salah satu pertandingan FIFA ASEAN Cup di Jakarta. Sebelumnya, pada 26 Agustus lalu ia juga datang ke laga Vietnam kontra Thailand pada leg kedua final Piala AFF di Hanoi, Vietnam.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.