Kerusuhan Final Liga Champions Di Paris Diungkit Lagi, UEFA Dituduh Berikan Keterangan Palsu
AKURAT.CO, Kekacauan sebelum final Liga Champions 2021-2022 di Stadion Parc Des Princes, Paris, Prancis, ternyata belum selesai. Terbaru, mantan petinggi UEFA menyebut bahwa konfederasi sepakbola Eropa tersebut memberikan bukti yang tidak benar untuk penyelidikan yang dilakukan panel independen bentukan mereka sendiri.
Adalah Mantan Direktur Operasi UEFA sekaligus orang kedua dalam penyelenggaraan final Liga Champions antar Real Madrid dan Liverpool, Sharon Burkhalter-Lau, yang menyampaikan tuduhan ini.
Poin utama Burkhalter-Lau adalah menolak pernyataan UEFA bahwa divisi acaralah yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. Menurut Burkhalter-Lau, keterangan bahwa pejabat manajemen pertandingan tidak memprioritaskan unit keamanan tidak benar.
Baca Juga: Suporter Liverpool Sebut Diperlakukan seperti Binatang oleh Polisi Prancis
“Klaim bahwa pejabat manajemen acara UEFA mengecilkan unit keamanan UEFA berdasarkan pernyataan yang disediakan UEFA adalah tidak benar dan direkayasa,” tulis Burkhalter-Lau dalam memo yang dikirimnya ke Sekretaris Jenderal, UEFA, Theodore Theodoridis, sebagaimana dipetik dari The Guardian.
Tuduhan ini mengarahkan perhatian terhadap unit keamanan dan keselamatan UEFA yang dipimpin oleh Zeljko Pavlica seak 2021. Pavlica adalah sahabat karib Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, di mana mereka sudah saling mengenal sejak lama sebagai sesama warga Slovenia.
Zeljko Pavlica mendapatkan posisi bagian keamanan di UEFA dengan latar belakang sebagai pengawal pribadi. Peristiwa di Paris pada final Liga Champions tahun lalu membuat pengalaman dan kepakarannya untuk posisi tertinggi bidang keamanan stadion dipertanyakan oleh sejumlah profesional.
Baca Juga: Kerusuhan Paris: UEFA Refund Tiket, Suporter Liverpool Anggap Belum Cukup
Bulkhater-Lau mengatakan bahwa Pavlica dan timnya tidak muncul pada pertemuan vital membahas keamanan termasuk persiapan final antara Madrid dan Liverpool. Pavlica, kata Bulkhater-Lau, juga gagal memberikan informasi penting dan proses perencanaan.
Yang terjadi pada final Liga Champions pada 29 Mei 2022 itu adalah tertahannya sejumlah suporter Liverpool di luar stadion. Aparat keamanan mengambil tindakan cenderung dengan kekerasan dan menggunakan gas air mata terhadap suporter Liverpool.
Pertandingan final tersebut berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Madrid. Liverpool dan media Inggris kemudian mengumpulkan bukti untuk mengkritik perlakuan yang mereka anggap tidak layak diterima oleh suporter mereka.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









