Akurat Logo

Kerusuhan Paris: UEFA Refund Tiket, Suporter Liverpool Anggap Belum Cukup

Riandar Fata Hudaya | 8 Maret 2023, 16:01 WIB
Kerusuhan Paris: UEFA Refund Tiket, Suporter Liverpool Anggap Belum Cukup

AKURAT.CO, Konfederasi Sepakbola Eropa (UEFA) memberikan pengembalian uang (refund) tiket pertandingan final Liga Champions 2022-2023 untuk suporter Liverpool. Kebijakan ini diputuskan menyusul insiden kerusuhan di luar Stade De France, Paris, Prancis, sebelum final Liga Champions antara Real Madrid dan Liverpool, 28 Mei 2022.

Sebagaimana dikabarkan BBC, UEFA mengatakan bahwa skema refund akan menanggung seluruh alokasi untuk suporter Liverpool yang berjumlah 19.618 tiket. UEFA menganggap mekanisme ini adalah penyelesaian yang cukup adil atas sengketa mereka dengan suporter Liverpool.

“Kami mempertimbangkan besarnya jumlah pandangan yang diekspresikan baik secara publik dan privat (terhadap sengketa ini) dan kami yakin bahwa kami telah memberikan perangkat sebuah skema yang komprehensif dan adil,” kata Sekretaris Jenderal UEFA, Theodore Theodoridis.

“Kami mengakui bahwa pengalaman negatif yang dialami oleh para suporter di hari tersebut dan dengan skema ini kami akan mengembalikan uang fans yang membeli tiket dan mereka yang paling terdampak atas kesulitan masuk ke stadion.”

Suporter Liverpool mengajukan keberatan terhadap UEFA atas pengalaman negatif yang mereka terima di Paris tahun lalu. Mereka kesulitan masuk ke dalam stadion dan aparat keamanan sempat menggunakan gas air mata dan bubuk merica terhadap suporter Liverpool.

Mulanya, UEFA menuduh bahwa insiden itu terjadi karena banyaknya suporter Liverpool yang tak memiliki tiket memaksa masuk ke stadion. Namun, belakangan laporan sebuah panel independen menyebutkan bahwa UEFA sepenuhnya bertanggungjawab atas peristiwa yang sangat berisiko tersebut.

Merespons skema ini, lembaga kuasa hukum yang mewakili hampir 3.000 ribu suporter Liverpool menganggap refund saja tidak cukup. Mereka bertekad akan mendorong untuk menyelesaikan masalah ini di meja hukum.

“Memahami rincian saksama dari skema ini memberikan jalan bagi kami apakah ini, dengan demikian, ‘menyeluruh dan adil’. Meskipun ini menghadirkan satu langkah maju UEFA menerima tanggung jawab atas peristiwanya, proses hukum kami tetap berlangsung,” kata pengacara suporter Liverpool, Tony Winterburn.  

“Kami yakin bahwa istilah ‘refund’, dalam arti luas, tidak cukup untuk memberikan ganti rugi atau mengaku ketidaknyamanan yang sesungguhnya yang dialami oleh mereka yang ada di sebuah acara yang seharusnya aman untuk dihadiri.”[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.