Nomor Punggung Jersi Ole Romeny Copot di FIFA Series, Ini Penjelasan Kelme

AKURAT.CO, Apparel Timnas Indonesia, Kelme, akhirnya memberikan penjelasan terkait insiden lepasnya nameset (nama dan nomor punggung) pada jersi Timnas Indonesia yang sempat menjadi sorotan publik dalam ajang FIFA Series 2026.
Kejadian tersebut mencuat setelah kamera menyorot nameset milik Dony Tri Pamungkas dan Ole Romeny yang terlihat terlepas dari jersi yang mereka kenakan di lapangan.
CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran menyeluruh untuk mengetahui penyebab utama insiden tersebut.
“Ketika kami meluncurkan nameset memang sudah direncanakan dipakai untuk pemain. Jadi teknologi dan bahan sudah disesuaikan untuk dipakai pemain,” ujar Kevin di GBK Arena, Senayan, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Ia menegaskan bahwa material yang digunakan bukan sembarangan. Nameset pemain menggunakan bahan silikon yang dinilai lebih lentur dibandingkan material lain seperti vinyl atau rubber.
“Untuk nameset pemain itu pakai silikon dibandingkan vinyl atau rubber. Secara material itu lebih lentur dan bisa fleksibel untuk pemain,” lanjutnya.
Meski begitu, hasil evaluasi internal menunjukkan bahwa masalah bukan terletak pada bahan, melainkan pada proses pemasangan atau pressing saat penempelan nameset ke jersi.
“Soal yang lagi ramai tentang nameset copot, berdasarkan yang kami telusuri ada tiga komponen. Pertama untuk nameset bisa nempel bergantung pada material jersi, terus material nameset, dan proses melakukan pressing-nya,” jelas Kevin.
Ia mengungkapkan, investigasi dilakukan sekitar satu bulan setelah gelaran FIFA Series pada akhir Maret lalu. Dari situ ditemukan adanya kendala dalam tahap pressing.
“Kami melakukan penelusuran menyeluruh sekitar satu bulan setelah FIFA Series di akhir Maret. Ada persoalan di proses pressing-nya. Soal penempelan itu bergantung juga ke mesin penempel, operator penempel, dan SOP-nya,” ujarnya menambahkan.
Kelme sebelumnya telah menetapkan standar operasional prosedur (SOP) dalam proses penempelan, termasuk suhu dan durasi tekanan. Namun dalam praktiknya, terdapat variabel lain yang luput dari perhatian.
“Kelme sudah memberikan SOP soal temperatur 160 derajat yang ditekan 15 detik. Tapi ada satu hal yang kami lewatkan dan kami memohon maaf. Tidak semua mesin press itu sama. Satu mesin dan mesin lainnya itu perlu perlakuan yang berbeda. Kami memohon maaf terhadap hal ini,” kata Kevin.
Ia menegaskan bahwa pihaknya memilih bersikap terbuka terkait persoalan ini, sekaligus menjadikannya bahan evaluasi untuk ke depan.
“Kami transparan saja apa yang terlewat dari kami. Tinggal bagaimana ‘apa selanjutnya?’ dari Kelme untuk memperbaiki,” tutur Kevin.
Insiden ini menjadi catatan penting bagi Kelme dalam menjaga kualitas produk, terutama yang digunakan oleh Tim Nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit







