AKURAT.CO, Laga Persija Jakarta melawan PSIM Yogyakarta di pekan ke-14 Super League memang memecahkan rekor dalam kehadiran suporter terbanyak.
Namun begitu, Persija Jakarta justru di ambang sanksi Komdis PSSI karena mengizinkan suporter tandang.
Hal ini dijelaskan oleh Direktur Utama I.League, Ferry Paulus. Ia menekankan pentingnya penerapan prinsip "reward and punishment" dalam sepakbola.
“Ya harus (kena sanksi) dong, harus. Bukan hanya sepakbola ya," kata Ferry kepada awak media di Solo akhir pekan kemarin.
Baca Juga: Penonton Laga Persija vs PSIM Pecahkan Rekor, I.League Percaya Akan Ada Rekor di Laga Lain
“Saya rasa sepakbola membutuhkan itu. Selain memang secara regulasi ada keinginan itu dan secara fairness-nya juga reward and punishment itu harus tetap."
Laga Persija Jakarta melawan PSIM Yogyakarta berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta pada Jumat (28/11) disaksikan oleh 56.150 suporter yang hadir langsung.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 5000 kelompok suporter dari PSIM Yogyakarta. Laga ini berakhir lancar tanpa adanya sedikit gangguan sampai akhir.
Baca Juga: I.League Akan Keluarkan Rekomendasi Regulasi Larangan Suporter Tandang Dicabut
Meski begitu, Ferry Paulus tetap mengapresiasi perilaku suporter Persija dan PSIM yang membuat laga berlangsung aman dan kondusif.
Bahkan kejadian ini membuat I.League meninjau kembali larangan kehadiran suporter tandang (away).
“Dan rasanya ya mudah-mudahan rekomendasi dari Liga dengan baik penonton yang hadir, terutama tim tamu, juga bisa mendorong regulasi itu dicabut. Mungkin dengan beberapa syarat,” katanya.