FAM Dianggap Buang Uang Banding ke CAS, Tunku Ismail Siap Tanggung Biaya Gunakan Uang Pribadi

AKURAT.CO, Penanggungjawab Tim Nasional Malaysia, Tunku Ismail Ibrahim, mendorong Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) untuk tetap mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Internasional (CAS) sehubungan kasus tujuh pemain naturalisasi.
Dorongan ini diekspresikan Tunku Ismail yang merupakan Pangeran Mahkota Johor dengan menegaskan bahwa ia akan menanggung semua biaya gugatan ke CAS.
“Saya tanggung semua, bukan (pakai) uang rakyat,” kata Tunku Ismail, Rabu (5/11), sebagaimana dipetik dari Berita Harian.
Baca Juga: Tunku Ismail Sebut Penolakan FIFA atas Banding Malaysia Bermotifkan Politik, Tak Sesuai Aturan
Pernyataan ini disampaikan Tunku Ismail yang akrab disapa TMJ tersebut menyusul sejumlah pihak menilai adalah sia-sia bagi FAM mendaftarkan gugatan ke CAS yang merupakan jalan terakhir pasca banding mereka ditolak FIFA.
Penekanan TMJ dalam inisiatifnya kali ini adalah untuk tujuh pemain yang saat ini disanksi FIFA akibat kasus pemalsuan dokumen naturalisasi sebagai pemain Timnas Malaysia.
Ketujuh pemain tersebut adalah Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal dan Hector Hevel.
Sanksi FIFA sendiri adalah denda sebesar 350 ribu Franc Swiss kepada FAM dan masing-masing 2.000 Franc Swiss serta larangan beraktifitas di dunia sepakbola selama 12 bulan terhadap tujuh pemain tersebut.
Baca Juga: FIFA Resmi Tolak Banding Malaysia, FAM Mengaku Terkejut dan Pilih Jalur Terakhir ke CAS
FIFA kali pertama mengeluarkan sanksi terhadap FAM dan tujuh pemain tersebut pada 25 September silam. FAM mengajukan banding dan Komite Banding FIFA menolak gugatan tersebut diumumkan pada Senin (3/11).
FAM sendiri mengaku terkejut dengan penolakan banding FIFA. Mereka berencana menggunakan banding ke CAS yang bermarkas di Lausanne, Swiss, sebagai jalan terakhir.
Adapun TMJ menjadi salah satu “sasaran tembak” dalam kasus ini karena ia adalah pelopor gerakan yang disebut dengan “Revolusi Harimau Malaya” yang digulirkan sejak Desember silam.
Dalam revolusi ini, TMJ merekrut Peter Cklamovski asal Australia sebagai pelatih Timnas Malaysia. Juga membentuk pihak ketiga yang menjadi manajemen Timnas Malaysia dengan eks pesepakbola asal Kanada, Rob Friend, sebagai CEO.
Gugatan ke CAS kemungkinan tak akan mengubah putusan FIFA untuk FAM. Publik Malaysia saat ini bersiap dengan kemungkinan sanksi bahwa tim nasional mereka didiskualifikasi dari Kualifikasi Piala Asia 2027.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









