Trofi Piala Dunia 2026 Bakal Sambangi Indonesia Januari, Kemungkinan Bersama Legenda Sepakbola

AKURAT.CO, Meski Timnas Indonesia gagal melenggang ke panggung Piala Dunia 2026, namun pencinta sepakbola Tanah Air bisa melihat secara langsung trofi turnamen tersebut secara dekat. Sebab FIFA akan memboyong trofi berlapis emas itu ke Jakarta pada Januari 2026.
Kehadiran trofi Piala Dunia tersebut berkat kerjasama FIFA dengan PT Coca Cola Indonesia. Hal ini diutarakan langsung oleh Senior Director Affairs Communications and Sustainability PT Coca Cola Indonesia, Triyono Prijosoesilo.
“Jadi insyaallah pada 22 Januari 2026 trofi Piala Dunia 2026 akan datang ke Jakarta,” ucap Triyono saat ditemui di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (10/12).
Baca Juga: Tur Trofi Piala Dunia U-20 Akan Sampai Ke Papua
Triyono menjelaskan nantinya pameran trofi ini akan dipamerkan di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat. Piala tersebut hanya dipamerkan selama satu hari dari pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB.
Hadirnya trofi Piala Dunia ini bisa dimanfaatkan bagi pencinta sepakbola Indonesia untuk berfoto dengan trofi yang akan diperebutkan oleh 48 negara pada tahun ini. Apalagi trofi ini sudah lama tidak hadir datang langsung di Indonesia.
“Ini memang kesempatan langka karena kalau tidak salah trofi Piala Dunia terakhir kali datang pada tahun 2010 dan 2014," kata Triyono.
Baca Juga: Messi: Trofi Piala Dunia Memanggil-manggil Saya
“Jadi kurang lebih hampir sepuluh tahun lewat dan alhamdulillah ada kesempatan lagi untuk Indonesia."
Selain Indonesia trofi Piala Dunia 2026 juga akan hadir di Malaysia dan Thailand. Triyono bersyukur Indonesia bsa masuk dalam negara yang disambangi trofi Piala Dunia tersebut.
“Kami juga terus berdiskusi dengan FIFA untuk mendatangkan siapa nanti tamu undangannya. Yang kami ajukan ada legenda-legenda sepakbola dunia yang berpengalaman di Piala Dunia,” kata Triyono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









