Akurat

FIFA Publikasi Temuan FAM Pakai Dokumen Palsu Naturalisasi 7 Pemain, FAM Banding dengan Bukti versi Pemerintah Malaysia

Kumoro Damarjati | 7 Oktober 2025, 17:28 WIB
FIFA Publikasi Temuan FAM Pakai Dokumen Palsu Naturalisasi 7 Pemain, FAM Banding dengan Bukti versi Pemerintah Malaysia


AKURAT.CO FIFA sudah menjelaskan bukti-bukti bahwa naturalisasi pemain Malaysia didasari dokumen palsu. Namun, Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) belum mau menyerah dan langsung merespons keras. FAM menegaskan kembali rencananya untuk mengajukan banding atas putusan FIFA terkait status tujuh pemain naturalisasi tersebut.

Dikutip dari Malaymail, Selasa (7/10) dalam sebuah pernyataan media, FAM dengan tegas menolak karakterisasi yang disajikan dalam keputusan FIFA, menyebutnya tidak akurat dan tidak berdasar.

Asosiasi menekankan bahwa tidak ada bukti kuat yang mendukung klaim bahwa para pemain "memperoleh atau mengetahui dokumen palsu."

"FAM menyalahkan kesalahan administratif—khususnya, seorang anggota staf keliru mengunggah dokumen dari agen, bukan dari catatan resmi yang dikeluarkan oleh Departemen Registrasi Nasional (JPN)," tulis Malaymail.

Untuk memperbaiki situasi ini, FAM katanya, sedang mempersiapkan banding resmi menggunakan dokumen terverifikasi yang disahkan oleh pemerintah Malaysia. 

"Asosiasi ini menekankan komitmennya untuk menjaga integritas sepak bola Malaysia dan memastikan bahwa semua keputusan didasarkan pada dokumentasi yang faktual dan autentik," tulis FAM dalam pernyataannya.

Banding ini diperkirakan akan diajukan dalam beberapa hari mendatang karena FAM berupaya membersihkan nama-nama pemain yang terlibat dan menegakkan kredibilitas program sepak bola nasional.

Sebelumnya, FIFA secara resmi menjelaskan bahwa FAM telah menyerahkan dokumen palsu untuk memverifikasi kelayakan para pemain, yang kemudian memungkinkan mereka untuk tampil di babak ketiga kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Vietnam pada 10 Juni.

Ketujuh pemain yang dijatuhi sanksi adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.

Dalam rilisnya yang dikeluarkan Senin malam (6/10), FIFA menyebut telah memperoleh salinan akta kelahiran asli dari kakek dan nenek beberapa pemain yang diduga menggunakan identitas palsu.

Dikatakan Sekretariat berhasil mengumpulkan salinan akta kelahiran asli nenek atau kakek para pemain yang terlibat, yang menunjukkan María Belen Concepcion Martin (Santa Cruz de la Palma, Spanyol), Carlos Rogelio Fernandez (Villa Maria Selva, Santa Fe de la Cruz, Argentina), Omar Eli Holgado Gardon (Caseros, Buenos Aires, Argentina), Concepcion Agueda Alaniz (Roldan, Argentina), Nair de Oliveira (Abre Campo, Brasil), Gregorio Irazabal y Lamiquiz (Villa de Guernica y Luno, Viscaya, Spanyol) dan Hendrik Jan Hevel (Den Haag, Belanda).

Namun, gugatan yang diajukan oleh FAM menyebutkan bahwa Maria Belen Concepion Martin berasal dari Malaka, Carlos Rogelio Fernandez (Penang), Omar Eli Holgado Gardon (Georgetown), Concepcion Agueda Alaniz (Penang), Nair de Oliveira (Johor), Gregorio Irazabal y Lamiquiz (Kuching), dan Hendrick Jan Hevel (Malacca Straits Settlements).

Akibatnya, FAM didenda CHF350.000 (sekitar RM1,8 juta/ Rp7 miliar), sementara masing-masing pemain didenda CHF2.000 (sekitar RM10.560/ Rp41 juta) dan dijatuhi hukuman larangan bermain sepak bola selama 12 bulan, efektif sejak tanggal pemberitahuan keputusan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.