Akurat

Piala Davis: Kanada vs Israel Digelar Tanpa Penonton, Keamanan Jadi Prioritas Utama

Leo Farhan | 10 September 2025, 15:11 WIB
Piala Davis: Kanada vs Israel Digelar Tanpa Penonton, Keamanan Jadi Prioritas Utama
 
 
AKURAT.CO, Pertandingan Piala Davis Grup Dunia antara Kanada vs Israel yang bergulir di Halifax, Kanada, pada 12-13 September 2025 dipastikan berlangsung tanpa kehadiran penonton.
 
Keputusan ini diambil setelah Federasi Tenis Kanada melakukan konsultasi dengan Federasi Tenis Internasional (ITF) menyusul meningkatnya kekhawatiran soal keamanan dari otoritas setempat dan lembaga keamanan nasional.
 
Langkah tersebut diumumkan hanya beberapa hari sebelum laga digelar. Federasi Tenis Kanada menegaskan, meski keputusan ini mengecewakan banyak pihak, namun keselamatan atlet, staf, dan publik harus tetap menjadi prioritas.
 
 
"Pada akhirnya, satu-satunya cara untuk melindungi semua pihak sekaligus memastikan laga tetap bisa berjalan adalah menggelarnya tanpa penonton," ujar Direktur Eksekutif Federasi Tenis Kanada, Gavin Ziv, dikutip dari ESPN.
 
Sebelumnya, lebih dari 400 atlet dan akademisi Kanada, termasuk pelari Olimpiade Moh Ahmed, mendesak Federasi Tenis Kanada membatalkan laga tersebut. Desakan itu dilatarbelakangi aksi protes terhadap tindakan Israel di Gaza dan Tepi Barat.
 
Pertandingan yang sedianya berlangsung di Scotiabank Centre dengan kapasitas sekitar 1.500 penonton tersebut kini dipindahkan ke arena tertutup.
 
Federasi Tenis Kanada memastikan bahwa seluruh tiket yang telah terjual akan dikembalikan dalam waktu 30 hari.
 
 
Meski mengakui adanya kerugian finansial besar akibat keputusan ini, pihak penyelenggara menegaskan keselamatan berada di atas segalanya.
 
Tidak hanya penonton, media juga tidak diizinkan masuk arena. Seluruh sesi wawancara dengan pemain akan dilakukan secara virtual.
 
Polisi Halifax menyatakan tetap akan menyiagakan personel di sekitar lokasi pertandingan, meski tidak merinci apakah ancaman diarahkan langsung ke tim Israel.
 
Pusat Urusan Israel dan Yahudi Kanada (CIJA) menyampaikan kekecewaan atas keputusan tersebut. Mereka menilai absennya penonton akan merugikan semangat nasionalisme olahraga.
 
"Bersorak mendukung tim Kanada adalah bagian dari identitas nasional kami. Namun, segelintir ekstremis telah membajak Piala Davis dan membuat ribuan penggemar tidak bisa hadir," bunyi pernyataan resmi CIJA.
 
"Keputusan Tenis Kanada diambil demi melindungi warga dari ancaman serius. Sangat disayangkan kebencian dan intimidasi membuat kita tidak bisa mendukung atlet kita di negara sendiri."
 
Meski demikian, Federasi Tenis Kanada menegaskan bahwa laga tetap berjalan sesuai jadwal.
 
Pertandingan ini akan menjadi ujian bagi Kanada yang berstatus unggulan, sekaligus sorotan global terkait bagaimana olahraga berhadapan dengan isu politik dan keamanan internasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H