Warga Birmingham Gelisah Jelang Aston Villa vs Maccabi Tel Aviv, Sebagian Berharap Laga Dibatalkan

AKURAT.CO, “Anxious” adalah kata yang digunakan oleh salah satu situs media terkemuka Inggris, The Guardian, untuk menggambarkan suasana di Birmingham, Inggris, menjelang laga Aston Villa vs Maccabi Tel Aviv.
Dalam Bahasa Indonesia, anxious berarti “gelisah”. Dan gelisah yang dimaksud adalah situasi keamanan menuju laga Aston Villa vs Maccabi Tel Aviv di Stadion Villa Park, Aston, Birmingham, Kamis (6/11) atau Jumat dini hari WIB nanti.
Salah satu pemilik firma akuntan di Aston, Abul Lase, berharap pertandingan Aston Villa vs Maccabi Tel Aviv untuk matchday keempat Liga Europa 2025-2026 itu tak diselenggarakan.
Baca Juga: Ini 6 Alasan Kepolisian Birmingham Larang Suporter Maccabi Tel Aviv Datang ke Kandang Aston Villa
Ia juga menyebut bahwa suasana pro-Palestina cukup terasa di sekitar Villa Park hari-hari terakhir. Sejalan dengan adanya rencana demonstrasi pro-Palestina di hari pertandingan.
“Ada kegelisahan besar di sini,” kata Abul Lase.
“Kalau saya, saya tidak ingin (pertandingan Villa vs Tel Aviv) dilaksanakan. Tetapi orang-orang lokal juga tidak ingin dilaksanakan, sebagian besar karena (situasi) di Palestina saat ini. Anda lihat banyak bendera Palestina di sini, jadi Anda bisa merasakannya.”
Pertandingan Aston Villa vs Maccabi Tel Aviv menjadi polemik setelah Villa dan Kepolisian Midlands Barat melarang suporter Tel Aviv datang ke pertandingan Liga Europa pekan ini.
Polisi menyatakan kehadiran suporter tim asal Israel itu membuat pertandingan Villa vs Tel Aviv “berisiko tinggi”. Mereka bercermin dari insiden kekerasan dan ujaran kebencian yang melibatkan suporter Tel Aviv ketika bertandang ke kandang Ajax Amsterdam di Amsterdam, Belanda, November tahun lalu.
Baca Juga: Maccabi Tel Aviv Menolak Jika Aston Villa Tawarkan Tiket Laga Liga Europa untuk Suporternya
Pun demikian, keputusan melarang suporter Maccabi juga mendapat tentangan keras dari pihak-pihak berpengaruh di Inggris. Di antaranya dari Perdana Menteri mereka sendiri, Keir Starmer, yang menyebut keputusan tersebut “salah”.
Salah satu organisasi non-partisan pendidikan Israel, Standing With Us UK, mengatakan bahwa pelarangan suporter Tel Aviv “mengejutkan dan mengecewakan”.
Organisasi ini bahkan sudah mengedarkan petisi untuk membatalkan larangan tersebut di mana hingga saat ini sudah mendapatkan sebanyak 17 ribu tanda tangan.
Pada saat yang sama Kampanye Solidaritas Palestina di Inggris juga menyebarkan petisi untuk menolak partisipasi Israel di sepakbola internasional. Saat ini, capaian tandatangannya sudah menyentuh anghka 25 ribu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









