Suporter MU Protes Harga Tiket Pertandingan Kandang Naik Lagi
AKURAT.CO, Suporter Manchester United (MU) memprotes kenaikan harga tiket pertandingan kandang tim idola mereka untuk musim mendatang.
Sebagaimana dikabarkan BBC, manajemen MU menaikkan harga tiket sebesar lima persen yang merupakan kenaikan di tiga musim beruntun.
"Selama beberapa bulan kami berdebat panjang dan keras di mana klub perlu melihat ke gambar besar dan mengunci harga tiket untuk musim lalu," kata MUST dalam pernyataan resminya.
Baca Juga: Sir Jim Ratcliffe: Beberapa Pemain MU tak Cukup Bagus dan Digaji Berlebihan
"Klub-klub lain sudah melakukan itu dan di United hal itu memberikan pesan yang kuat soal perlunya kebutuhan bagi semua orang untuk bersama membuat klub keluar dari posisi sangat sulit ini."
Musim lalu, kenaikan harga tiket per laga sekitar 2,5 Poundsterling (sekitar Rp53,342). Bulan lalu, manajemen MU mengumumkan bahwa kenaikan akan mencapai harga 66 Poundsterling (Rp1,4 juta).
Pemimpin Eksekutif MU, Omar Berrada, mengaku bahwa kebijakan untuk menaikkan harga tiket akan menimbulkan keluhan.
Namun, Berrada menyebut bahwa manajemen klub berusaha memasang harga yang adil dan beralasan.
Baca Juga: Sir Jim Ratcliffe: 11 Tahun tak Ada Pelatih yang Sukses, Ada yang Salah dengan Lingkungan MU
"Kami paham bahwa sebarang kenaikan harga tak diterima, terutama pada periode (tim) tidak tampil baik di lapangan," kata Berrada.
"Dan kami mendengar secara hati-hati argumen kuat yang disampaikan oleh FAB (Dewan Penasehat Penggemar) yang ingin pembekuan harga."
Salah satu pemilik MU, Sir Jim Ratcliffe, mengaku bahwa ia tak terlibat dalam kebijakan kenaikan harga tiket. Ratcliffe berpendapat bahwa tiket harus terjangkau.
"Well, saya tidak terlibat dalam detail harga tiket. Itu manajemen klub, bukan saya, sungguh," kata Ratcliffe.
"Prinsip saya soal harga tiket adalah harus adil, terjangkau untuk orang-orang di Manchester."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









