Dewa United Kecam Aksi Rasisme Oknum Suporter Persib Bandung Terhadap Alta Ballah
AKURAT.CO Dewa United FC mengecam keras tindakan rasisme yang dilakukan oleh oknum suporter Persib Bandung terhadap pemainnya, Alta Ballah, dalam lanjutan pertandingan Liga 1 2024-2025.
Presiden Dewa United, Ardian Satya Negara, menyampaikan kekecewaannya terhadap insiden yang mencederai semangat sportivitas dan nilai-nilai persatuan dalam sepak bola.
"Tentu kami sangat menyayangkan adanya aksi rasisme yang dilakukan oleh oknum suporter lawan terhadap pemain kami, Alta Ballah," ujar Ardian dalam pernyataan resminya, Senin (20/1/2025).
"Sepak bola adalah olahraga yang mempersatukan semua golongan di negeri ini. Sayangnya, aksi-aksi seperti ini masih terjadi di lapangan, yang seharusnya menjadi arena pemersatu, bukan tempat untuk menyebarkan kebencian," tegasnya.
Baca Juga: Carlos Pena Terkesima Dukungan Jakmania, Persija Pecahkan Rekor Penonton Musim Ini
Ardian mengungkapkan, Dewa United telah mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) untuk menindaklanjuti kasus ini.
Ia berharap insiden tersebut menjadi pelajaran penting bagi semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
"Kami telah berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk APPI, untuk memastikan tindakan yang tepat diambil. Harapan kami, kasus ini menjadi yang terakhir, dan sepak bola Indonesia bisa benar-benar menjadi simbol persatuan," tambah Ardian.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (17/1), Dewa United tampil gemilang dengan kemenangan 2-0 atas Persib Bandung.
Gol-gol kemenangan dicetak oleh Alex Martins pada menit ke-30 dan Septian Bagaskara di masa tambahan waktu (90+3’).
Dewa United menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan lingkungan sepak bola yang bebas dari diskriminasi, serta mendukung kampanye melawan rasisme demi terciptanya kompetisi yang sehat dan inklusif.
Baca Juga: Shin Tae-yong Bicara Masa Depan Usai Berpisah dengan Timnas Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










