Liga Primer Kurangi Sanksi Poin Everton, The Toffees Menjauh dari Zona Merah

AKURAT.CO, Everton mendapatkan pengurangan sanksi poin dari sepuluh angka menjadi enam angka setelah mereka mengajukan banding. Klub Liga Primer Inggris 2023-2024 itu mengaku puas dengan pengurangan hukuman tersebut.
Dewan Banding Liga Primer memberikan pengurangan poin untuk Everton karena menganggap otoritas yang berwenang memberikan hukuman melakukan kesalahan dalam mempertimbangkan perilaku klub.
Dewan Banding mengatakan bahwa Komisi Hukum Liga Primer Inggris menjatuhkan sanksi sepuluh poin karena menilai Everton tidak terbuka dalam proses penyidikan.
Baca Juga: Klasemen Liga Inggris: City Tempel Liverpool di Puncak sekaligus Kirim Everton ke Zona Merah
Everton menganggap keputusan Dewan Banding yang menolak temuan Komisi Hukum bahwa mereka tidak bersikap secara meyakinkan dalam proses hukum sebagai poin prinsip yang luar biasa penting.
Selain merasa mendapatkan pemulihan moral, pengurangan sanksi juga memberikan kelegaan bagi Everton di klasemen Liga Primer Inggris 2023-2024.
Semula mereka berada di peringkat ke-17 dengan hanya berselisih satu angka di atas Luton yang berada di posisi ke-18 atau batas teratas zona merah. Setelah banding, kini Everton naik ke posisi ke-15 dengan selisih lima angka dari Luton.
Mengapa Everton Dihukum?
Liga Primer menjatuhkan sanksi pengurangan sepuluh angka untuk Everton pada November lalu karena dianggap melakukan pelanggaran atas aturan laba dan keberlangsungan keuangan klub.
Everton disebut melakukan pelanggaran pada periode tiga tahun sampai musim 2021-2022. Hukuman pengurangan sepuluh angka terhadap Everton tercatat sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Liga Primer.
Baca Juga: Kalah Setelah Keputusan Penalti, Pelatih Everton: Saya Pasti Berasal dari Planet yang Berbeda
Regulasi menyebutkan bahwa sebuah klub Liga Primer Inggris diizinkan merugi maksimal 105 juta Poundsterling selama tiga tahun atau 35 juta Poundsterling per tahunnya.
Laporan komisi independen pada Maret 2023 menemukan bahwa Everton mengalami kerugian sebesar 125 juta Poundsterling selama tiga tahun.
Everton mengakui bahwa mereka melakukan pelanggaran namun jerat hukum tidak berhenti sampai di sini bagi klub dengan julukan The Toffees itu. Kini, mereka masih menunggu keputusan atas pelanggaran untuk musim 2022-2023.
Sidang untuk dugaan pelanggaran musim 2022-2023 dijadwalkan pada 8 April. Gugatan banding masih berproses sampai 24 Mei atau sepekan selepas musim 2023-2024 usai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 2Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 5Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 6Prediksi Skor Sunderland vs AZ Alkmaar 17 September 2026: The Black Cats Bisa Tahan Tim Belanda?
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag








