LIB Sudah Diskusi dengan PSSI Terkait Pemanggilan Timnas Indonesia U-23
Endarti | 6 Februari 2024, 20:05 WIB

AKURAT.CO Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus mengaku sudah melakukan pertemuan dengan PSSI terkait pemanggilan pemain Timnas Indonesia U-23.
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong memang kemungkinan besar bakal segera mengelar pemusatan latihan untuk Timnas Indonesia U-23 untuk persiapan tampil di Piala Asia U-23 2024.
Seperti diketahui, perhelatan Piala Asia U-23 2024 bakal bergulir pada 15 April hingga 3 Mei. Tak ayal, Shin Tae-yong disinyalir bakal segera menggelar pemusatan latihan dalam waktu dekat.
Namun, ada satu kendala dalam pemusatan latihan nantinya. Kemungkinan Shin Tae-yong akan kesulitan mengumpulkan pemain terbaiknya.
Sebab, perhelatan Piala Asia U-23 2024 tidak masuk dalam agenda FIFA. Sehingga tidak ada kewajiban untuk klub melepas pemainnya ke tim nasional.
Terkait hal ini, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus angkat suara. Baginya, dia sudah bertemu dengan PSSI untuk membahas masalah pemanggilan pemain ke depannya.
"Hakikat kompetisi yang baik itu, menghasilkan pemain timnas yang baik. Jadi memang situasi Piala Asia U-23 agak rumit juga, apalagi itu juga kami obrolkan karena kami tidak mau isu akan bergulir semakin menjadi liar," buka Ferry Paulus saat ditemui di Jakarta.
"Memang, kemarin itu kami juga sudah bertemu dengan PSSI, kebutuhan timnas itu perlu dan penting. Dari hati kecil stakeholder memang sangat berharap, apalagi ujungnya ke Olimpiade," jelas Ferry Paulus.
Ferry mengatakan telah mendapatkan gambaran terkait pemain-pemain yang akan dipanggil. Namun memang, PT LIB saat ini masih menanti kabar resmi dari PSSI terkait siapa saja pemain yang dipanggil nantinya.
"Kemarin baru sampai pada gosip pemain, siapa saja yang dipanggil. Seandainya katakanlah si A, B, C butuh waktu TC itu seperti apa."
"Pada posisi itu kami sudah diskusi dan kami sudah sampaikan timeline kompetisi, karena itu ada di bulan April sampai 15 sampai 3 Mei (Piala Asia U-23) dan itu masa-masa krusial di liga. Kalau liga diliburkan tidak mungkin," beber Ferry.
Ferry juga sempat menyampaikan opsi untuk Liga 1 diliburkan saat perhelatan Piala Asia U-23 berlangsung. Namun memang ada hal yang harus diambil bila kompetisi diliburkan.
"Kalau dari sisi liga, mungkin bisa saja dimundurkan untuk aspek kepentingan timnas. Tapi kami juga sampaikan di Maret itu ada kualifikasi Piala Dunia dan Fifa Matchday."
"Artinya di Maret awal dan tengah-tengah itu, kami off. Jadi ruangnya sangat sempit. Ini baru seandainya kalau memang perlu TC bagaimana dan seperti apa," kata pria yang kerap disapa FP ini.
"Kemarin beragamlah, teman-teman tahu keberagaman itu seperti apa, nah sampai saat ini, kita ingin cari tahu kira-kira siapa saja pemain yang dipanggil. Kalau diliburkan ada konsekuensi finansial yang besar," tegas Ferry dia.
"Kalau dari liga tidak masalah (diliburkan juga) bukan karena kami banyak duit. Tapi ada konsekuensi untuk menambah biaya kompetisi setidaknya satu bulan."
"Kalau di kami, tidak seberapa tambahan biaya itu, tapi ada beban operasional klub mulai dari gaji dan sebagainya. Kami sudah buat simulasi, jadi ada kisaran Rp100 miliar kalau mundur per bulan."
"Kalau dari liga mungkin tambahannya sekitar Rp13 miliar. Karena itu dibandingkan dengan klub jauh lebih besar dan poin-poin tadi sudah kami sampaikan ke klub dan kami analisis bersama-sama. Baru itu saja yang bisa kami jawab," tutup dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









