Banding Kasus Pemalsuan Dokumen Sedang Bergulir, Presiden FIFA Dikabarkan Kunjungi Malaysia

AKURAT.CO, Presiden FIFA, Gianni Infantino, dijadwalkan akan melakukan kunjungan resmi ke Malaysia untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2025. Adapun KTT ASEAN ke-47 ini digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, 26-28 Oktober mendatang.
Dipetik dari laman Kantor Berita Negara Malaysia, Bernama, Selasa (21/10), Gianni Infantino datang ke Kuala Lumpur untuk meneken kesepakatan pengembangan sepakbola ASEAN.
Selain itu, Gianni Infantino berencana mengunjungi Pusat Pelatihan Sepakbola Nasional Malaysia di Putrajaya. Juga menyambangi kantor Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) di Kelana Jaya untuk melihat program Football for Schools.
Baca Juga: FIFA Putuskan Banding FAM Terkait Sanksi Pemalsuan Dokumen Pemain Naturalisasi Akhir Oktober
Kabar kedatangan orang nomor satu FIFA itu ke Malaysia untuk KTT ASEAN memiliki signifikansinya menyusul situasi yang dihadapi FAM dan tim nasional negeri tetangga itu saat ini.
Pasalnya, FAM dan tujuh pemain naturalisasi Malaysia saat ini sedang menerima sanksi FIFA karena kasus pemalsuan dokumen. Kasusnya sendiri saat ini sudah sampai tahap banding yang kemungkinan bakal diputuskan pada 30 Oktober nanti.
FIFA menghukum FAM denda sebesar 350 ribu Franc Swiss dan masing-masing 2.000 Swiss Franc serta larangan beraktifitas di dunia sepakbola selama 12 bulan terhadap tujuh pemain naturalisasi pemain Timnas Malaysia.
FIFA menjatuhkan hukuman tersebut pada 25 September dan menyusul penjelasan rinci tentang posisi legalnya pada 6 Oktober. Isu ini masih menjadi pembicaraan hangat di kalangan publik, media, serta pihak-pihak berpengaruh di Negeri Jiran.
Baca Juga: Ini Bantahan FIFA Terhadap Pembelaan Malaysia Atas Kasus Pemalsuan Dokumen Pemain Naturalisasinya
Adapun ketujuh pemain tersebut adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
Perdebatan soal isu ini menjadi sedikit “panas” karena memunculkan dugaan keterlibatan Tunku Ismail Bin Ibrahim yang dianggap terlibat dalam pemalsuan dokumen tujuh pemain tersebut.
Di Malaysia, cukup tabu bagi publik untuk menuding kalangan kerajaan mengingat Tunku Ismail yang akrab disapa TMJ tersebut adalah putra mahkota Kesultanan Johor di mana ayahnya saat ini adalah Sultan Kerajaan Malaysia.
Di sisi lain, KTT ASEAN di Kuala Lumpur pekan depan kemungkinan juga akan dihadiri Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Kehadiran Trump sendiri juga menimbulkan pro-kontra di kalangan masyarakat Malaysia sehubungan posisi AS dalam konflik Israel-Palestina di Gaza saat ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 7Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta








