FIFA Putuskan Banding FAM Terkait Sanksi Pemalsuan Dokumen Pemain Naturalisasi Akhir Oktober

AKURAT.CO Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) akan mengetahui hasil banding terhadap sanksi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) pada 30 Oktober 2025. Banding ini diajukan terkait dugaan pelanggaran kelayakan tujuh pemain naturalisasi atau pemain warisan (heritage players) yang digunakan dalam pertandingan internasional.
Penasihat hukum FAM, Serge Vittoz, mengatakan asosiasi tersebut telah mengajukan banding tepat waktu, yakni pada 14 Oktober, sesuai tenggat yang ditetapkan FIFA. Ia menjelaskan bahwa keputusan akan diambil oleh Komite Banding FIFA dan kemungkinan disampaikan kepada pihak terkait pada hari yang sama atau beberapa hari setelahnya.
“Keputusan akan dibuat pada 30 Oktober dan akan diberitahukan segera kepada pihak-pihak terkait,” ujar Vittoz dalam konferensi pers, Jumat (17/10/2025).
Vittoz menegaskan bahwa banding ini bertujuan untuk melindungi para pemain sekaligus membuktikan bahwa FAM tidak terlibat dalam dugaan pemalsuan dokumen kelayakan pemain.
“Tujuan utama FAM adalah melindungi para pemain dan memastikan FIFA memahami bahwa mereka tidak terlibat dalam kasus ini. Selain itu, FAM sebagai institusi juga tidak terlibat dalam tindakan pemalsuan apa pun,” katanya.
Sebelumnya, pada 26 September, Komite Disiplin FIFA menjatuhkan sanksi kepada FAM dan tujuh pemain naturalisasi — Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel — karena dianggap melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA terkait pemalsuan dokumen.
Dalam keputusannya, FIFA menyebut FAM telah menyerahkan dokumen palsu untuk mengonfirmasi kelayakan pemain agar dapat tampil dalam laga kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Vietnam pada 10 Juni lalu.
Akibat pelanggaran tersebut, FAM didenda sebesar CHF350.000 (sekitar Rp 7 miliar), sedangkan masing-masing pemain didenda CHF2.000 (sekitar Rp41 juta) dan dilarang terlibat dalam kegiatan sepak bola selama 12 bulan sejak keputusan dikeluarkan.
FAM sebelumnya menyatakan bahwa pelanggaran itu disebabkan oleh kesalahan teknis dalam proses pengajuan dokumen yang dilakukan oleh staf administrasi. Asosiasi tersebut juga membuka kemungkinan untuk membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (Court of Arbitration for Sport/CAS) jika hasil banding di FIFA tidak menguntungkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 7Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta








