Guenther Steiner: Jika Lewis Hamilton Juara Bersama Ferrari, 'Dia akan Dibawa ke Vatikan'

AKURAT.CO, Eks bos Haas, Guenther Steiner, bergurau dengan menyebut bahwa Lewis Hamilton akan “berakhir di Vatikan” jika ia bisa menjadi juara dunia bersama Ferrari.
Pernyataan ini disampaikan oleh Guenther Steiner sehubungan Lewis Hamilton yang bakal membalap untuk Ferrari di F1 musim 2025.
Pada saat yang sama, menjadi juara bersama Ferrari akan membawa Lewis Hamilton ke gelar juara dunia kedelapan yang merupakan rekor sepanjang masa.
“Saya adalah seorang GOAT (terbaik sepanjang masa), saya telah memenangi tujuh gelar. Apalagi yang bisa saya lakukan?” kata Guenther Steiner yang berbicara seakan-akan sebagai Hamilton sebagaimana dipetik dari Crash.
Baca Juga: Resmi Pindah ke Ferrari Mulai 2025, akankah Lewis Hamilton Senasib Vettel dan Alonso?
“Di Mercedes, saya bisa memenangi gelar kedelapan saya, mungkin, jika saya melakukan kerja bagus.
“Di Ferrari, jika saya memenangi gelar kedelapan, atau menjadi juara untuk Ferrari, saya akan dibawa ke Vatikan.”
Ungkapan Vatikan disampaikan Guenther karena Vatikan adalah negara kota situs suci umat Katolik yang berada di dalam ibukota Italia, Roma.
Sementara itu, Ferrari adalah tim F1 asal Italia yang legendaris karena pernah menjadi dominan dengan pembalap seperti Michael Schumacher pada dekade 1990-an dan 2000-an.
Ferrari sendiri sudah hampa gelar selama 16 tahun. Gelar terakhir mereka sebagai konstruktor terbaik terjadi pada 2008 sementara gelar juara dunia pembalap diraih pada 2007 atas nama Kimi Raikkonen.
Baca Juga: Tawaran Ferrari Bisa Menjadi Satu-Satunya Alasan Lewis Hamilton Tetap Membalap
Adapun Hamilton mengambil peluang untuk mencari gelar kedelapan dengan membalap untuk Ferrari setelah kesulitan menjadi juara bersama Mercedes sejak 2021.
“Saya kira dia (Hamilton) ingin melakukan sihirnya, untuk membawa Ferrari kembali memenangi kejuaraan dan itu, saya kira adalah (dengan) cara membalapnya,” kata Guenther Steiner.
Kehadiran Hamilton di Ferrari akan menggeser Carlos Sainz Jr yang saat ini menjadi pembalap kedua setelah Charles Leclerc. Sejalan dengan itu, Steiner menganggap Hamilton akan memacu Charles menjadi lebih baik.
“Saya kira apa yang bisa dipelajari Charles dari Lewis adalah Lewis jarang melakukan kesalahan,” kata Hamilton.
“Charles karena dia lebih muda, dia tidak punya pengalaman. Lewis punya itu dan dia bisa belajar dari mereka.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









