Akurat

Raymond/Nikolaus Gagal Juara di Korea Masters, Tetap Tunjukkan Progres Menjanjikan

Leo Farhan | 9 November 2025, 23:15 WIB
Raymond/Nikolaus Gagal Juara di Korea Masters, Tetap Tunjukkan Progres Menjanjikan

AKURAT.CO Langkah ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin harus terhenti di final Korea Masters 2025.

Pasangan muda Pelatnas PBSI itu kalah dari wakil tuan rumah Lee Jongmin/Wang Chan dalam duel tiga gim yang berlangsung sengit di Wonkwang University Cultural and Sport Center, Iksan, Minggu (9/11/2025).

Raymond/Nikolaus, yang berstatus unggulan keenam, menyerah dengan skor 21-16, 16-21, 6-21 dalam laga berdurasi 58 menit.

Pasangan Indonesia tampil impresif di gim pertama dengan pola menyerang cepat yang menjadi ciri khas mereka. Lee/Wang kesulitan keluar dari tekanan dan dipaksa banyak bertahan.

Namun, momentum berbalik sejak gim kedua. Pasangan Korea mulai mampu membaca arah pukulan dan memperkuat pertahanan mereka, membuat Raymond/Nikolaus kehilangan ritme permainan.

“Permainan tadi tidak sesuai dengan yang kami harapkan. Di gim pertama pola menyerang kami berhasil, tapi di gim kedua lawan sudah bisa mengantisipasi pukulan kami. Kami jadi kurang konsisten dan terburu-buru,” ujar Nikolaus Joaquin usai pertandingan.

Menurutnya, kesabaran menjadi pembeda utama antara kedua pasangan di laga final ini.

“Lawan lebih tenang dan rapi, mereka tidak terburu-buru menyerang dan menunggu momen yang tepat,” tambahnya.

Baca Juga: Kontingen Indonesia Matangkan Persiapan Menuju ASEAN Para Games 2025 di Thailand

Raymond mengakui bahwa faktor stamina menjadi kendala besar di gim ketiga. Tenaga yang menurun membuat mereka kesulitan mempertahankan tempo tinggi seperti di awal laga.

“Di gim ketiga tenaga sudah habis, jadi sulit membunuh lawan. Ke depan kami perlu tingkatkan power dan pengembalian bola karena lawan Korea punya defense kuat dan serangan balik cepat,” ujar Raymond.

Asisten pelatih ganda putra Pelatnas PBSI, Andrei Adistia, tetap memberikan apresiasi atas perjuangan anak asuhnya. Menurutnya, hasil ini menandakan perkembangan signifikan dari pasangan muda tersebut.

“Secara keseluruhan progres mereka bagus. Dalam dua turnamen BWF Super 300, mereka bisa sampai final. Itu pencapaian positif,” kata Andrei.

Namun, ia menilai ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki.

“Dari sisi pertahanan, mereka harus lebih bervariasi. Hari ini mereka terlalu mengikuti pola reli lawan. Kalau bisa fokus mempertajam serangan bola atas, peluang poin lebih besar. Semoga di Australia Open nanti mereka bisa tampil lebih baik,” ujarnya.

Hasil ini menjadi sinyal positif bagi regenerasi sektor ganda putra Indonesia.

Dengan evaluasi matang dan peningkatan fisik, pasangan ini diyakini mampu menembus level kompetisi yang lebih tinggi dalam waktu dekat.

Baca Juga: Bezzecchi Tak Terbendung! Rebut Kemenangan Kedua Musim Ini di MotoGP Portugal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.