Akurat

Kejuaraan Dunia Bulutangkis: Ganda Putri Cari Sejarah Baru, Kejar Emas Pertama

Hervin Saputra | 15 Agustus 2025, 16:16 WIB
Kejuaraan Dunia Bulutangkis: Ganda Putri Cari Sejarah Baru, Kejar Emas Pertama
 
 
AKURAT.CO, Sektor ganda putri Indonesia kembali membidik sejarah di Kejuaraan Dunia Bulutangkis BWF 2025 yang akan berlangsung di Adidas Arena, Paris, Prancis, pada 25–31 Agustus mendatang.
 
Pasalnya, hingga edisi ke-28 sejak turnamen pertama digelar pada 1977, ganda putri Indonesia belum sekalipun merebut medali emas di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2025.
 
Dalam catatan sejarah, prestasi tertinggi sektor ini di Kejuaraan Dunia Bulutangkis adalah tiga medali perak dan empat perunggu.
 
Perak pertama diraih pasangan Verawaty Fadjrin/Imelda Wiguna pada edisi 1980 di Istora Senayan, Jakarta.
 
Butuh waktu 15 tahun sebelum perak kedua hadir lewat pasangan Finarsih/Lili Tampi saat di Lausanne, Swiss, pada 1995.
 
Sementara medali perunggu pertama baru hadir di Glasgow 1997 lewat pasangan Eliza Nathanael/Zelin Resiana.
 
Setelah itu, paceklik panjang terjadi hingga pasangan Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii meraih perunggu di Jakarta pada edisi 2015.
 
Greysia kemudian menambah dua perunggu bersama Apriyani Rahayu di Nanjing 2018 dan Basel 2019.
 
 
Sementara Apriyani bersama Siti Fadia Silva Ramadhanti sukses merebut perak pada edisi 2023 di Kopenhagen, Denmark, usai kalah di final dari ganda putri China, Chen Qingchen/Jia Yifan.
 
Tahun ini, Indonesia mengirim dua wakil untuk mematahkan rekor tanpa emas tersebut lewat pasangan Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti serta Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi. Keduanya mendapat bye di babak 64 besar.
 
Meski begitu, jalan menuju podium tertinggi diprediksi tidak mudah. Febriana/Amallia berpotensi menghadapi unggulan keempat asal Korea Selatan, Baek Ha-na/Lee So-hee, di babak 16 besar.
 
Sementara Lanny/Fadia bisa saja bersua unggulan kedua dari Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, pada fase yang sama.
 
 
 
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H