Akurat

Final BWF: Imam Tohari Minta Putri Kusuma Wardani Mulai Tumbangkan An Se Young dan Akane Yamaguchi

Leo Farhan | 26 November 2025, 21:34 WIB
Final BWF: Imam Tohari Minta Putri Kusuma Wardani Mulai Tumbangkan An Se Young dan Akane Yamaguchi
 
 
AKURAT.CO, Menatap panggung elite Final BWF atau BWF World Tour Finals (WTF) 2025 di Hangzhou, China, pada 17-21 Desember mendatang, Putri Kusuma Wardani mendapat evaluasi komprehensif dari Pelatih Kepala Sektor Tunggal Putri Pelatnas PBSI, Imam Tohari. 
 
Meski progress-nya dianggap meningkat, Imam Thohari menegaskan masih ada sejumlah aspek krusial yang mesti dibenahi Finalis Australia Terbuka 2025 itu agar siap bersaing dengan jajaran pemain top dunia.
 
Menurut Imam Thohari, kesempatan Putri sebenarnya sudah terbuka di sejumlah turnamen besar, termasuk Hylo Terbuka dan Australia Terbuka.
 
 
Namun, faktor kondisi fisik dan ketidakkonsistenan di momen penting membuat hasil maksimal belum tercapai.
 
"Chance untuk juara di level 500 itu sebenarnya ada di Hylo Open, tapi kondisi dia waktu itu kurang mendukung. Di Australia kemarin, kesandungnya sama An Se Young," kata Imam di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu (26/11).
 
Imam juga menyoroti dua masalah utama dalam permainan Putri Kusuma Wardani, yaitu pada penyelesaian serangan dan fokus di reli-reli poin kritis.
 
Pasalnya, kesalahan kecil di poin-poin penting kerap merembet ke reli berikutnya dan menjadi kerugian berantai.
 
"Dari bola atas, terutama untuk membunuh bola-bola smash-nya, bola-bola choke-nya itu mesti dipertajam lagi. Lalu di saat rally-rally penting kadang ada mati sendiri, padahal itu enggak boleh," katanya.
 
 
"Ada beberapa rally yang sudah bisa ngikutin, tapi bolanya tiba-tiba mati. Ini kadang pengaruh ke poin berikutnya."

Debut di Final BWF Bukan Beban, Tapi Kesempatan Emas Putri Kusuma Wardani

Putri tampil di WTF untuk pertama kalinya dan bergabung dengan tujuh pemain tunggal putri terbaik dunia musim ini.
 
Imam menekankan, turnamen ini bukan ruang untuk merasa tertekan, melainkan kesempatan emas untuk menimba ilmu.
 
"Saya pesan ke Putri, ini kesempatan. Delapan orang, dan dia pasti ketemu ranking satu, dua, atau tiga. Bisa main tiga kali di regu dan lawannya semua di atas dia. Kapan lagi momen begini?" kata Imam.
 
Imam juga mengingatkan bahwa Putri sejauh ini masih kesulitan untuk menembus lima nama besar tunggal putri dunia.
 
Nama-nama seperti Akane Yamaguchi, An Se Young, Wang Zhi Yi, Chen Yufei, atau Han Yue menjadi fokus utama yang berusaha dikalahkan.
 
"Kalau selain mereka, Putri sudah bisa menang, meskipun masih sering kalah," katanya.
 
Pertemuan terakhir Putri dengan An Se Young di Australia Terbuka menjadi contoh bahwa jarak kemampuan mulai mengecil, namun tetap butuh penyempurnaan.
 
"Terakhir lawan An Se Young, ada beberapa poin yang harus dikerjakan dan diseriusin," ucap Imam.
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H