Akurat

Herry IP Tinggalkan Warisan Panjang di Cipayung dan Antiklimaks The Minions

Badri | 19 Desember 2024, 20:05 WIB
Herry IP Tinggalkan Warisan Panjang di Cipayung dan Antiklimaks The Minions

AKURAT.CO, Setelah Christian Hadinata, Herry Iman Pierngadi tak pelak adalah tangan dingin lain yang membentuk sejarah dalam bulutangkis Indonesia. Terutama di sektor ganda putra.

Namun, pengaruh Herry IP–demikian namanya kerap ditulis oleh media–di Pelatnas PBSI berakhir menjelang tutup tahun. Ya, pelatih dengan julukan Naga Api ini mengabarkan bahwa ia tak lagi menjadi bagian dari kamp latihan Cipayung.

Sejalan dengan restrukturisasi jajaran kepelatihan Pelatnas PBSI yang lazim dilakukan setiap awal kepengurusan baru, lepasnya Herry IP dari Pelatnas PBSI jelas merupakan indikasi kebutuhan terhadap era baru.

Baca Juga: Diisukan Bakal Pindah Melatih Ke Negara Lain, Herry IP Tegaskan 'Masih Merah Putih, Asli'

Herry IP bisa dikatakan sebagai turunan langsung Christian Hadinata yang melahirkan duet legendaris Ricky Subagja/Rexy Mainaky pada 1990-an. Pekerjaannya di Pelatnas PBSI juga karena menggantikan Christian.

Memulai kepelatihan di Pelatnas PBSI sejak usia muda, yakni 21 tahun, pada 1993, Herry semula mengasuh skuad junior. Ia naik sebagai pelatih utama ganda putra pada 1999 menggantikan Koh Kris–sapaan Christian Hadinata–yang naik sebagai Direktur Pelatnas PBSI.

Di periode itu ia menghasilkan Chandra Wijaya/Tony Gunawan sebagai peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000. Tujuh tahun kemudian ia berhenti dan posisinya digantikan Sigit Pamungkas.

Herry kembali ke Cipayung pada 2011 ketika juara Olimpiade Beijing 2008, Markis Kido/Hendra Setiawan, hengkang. Perlahan tapi pasti, Naga Api bisa membawa kembali Hendra ke Pelatnas.

Herry kemudian memasangkan Hendra dengan Mohammad Ahsan dan perlahan duet Hendra/Ahsan menjelma sebagai pasangan ganda putra terbaik di dunia. Herry mendidik Hendra/Ahsan meraih tiga gelar juara dunia.

Baca Juga: Pindah Melatih Ke Ganda Campuran, Herry IP Mengaku Butuh Adaptasi

Kemudian datanglah era The Minions. Bisa dikatakan The Minions adalah produk terbaik yang pernah dihasilkan oleh Herry IP.

Minions yang digawangi Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menjelma sebagai pasangan tak terkalahkan dengan rekor delapan gelar BWF World Tour pada 2018 disertai dengan gelar All England beruntun.

The Minions menjadi puncak juga karena pasangan ini memiliki gaya bermain khas yang tak dipunyai oleh pemain manapun. Terutama gaya bermain Kevin yang eksentrik sampai ia dijuluki oleh BWF sebagai “penyihir raket.”

Namun demikian, Minions pula bisa dikatakan sebagai alur menurun dalam karier Herry IP di Pelatnas PBSI. Seiring dengan pandemi Covid-19 dan cedera yang melanda Marcus, pasangan tersebut gagal menyempurnakan kegemilangan mereka dengan tak meraih emas Olimpiade Tokyo 2020.

Kemudian datanglah konflik Kevin dan Herry pasca Indonesia Terbuka 2022. Konon Kevin menolak berlatih di Pelatnas karena Herry sampai akhirnya bakat terbesar di ganda putra itu memutuskan berhenti pada Mei 2024 di usia matang, 28 tahun.

Baca Juga: Buka Suara, Herry IP Bongkar Keretakan-nya dengan Kevin Sanjaya

Pada September 2023 PBSI kemudian menggeser Herry ke sektor ganda campuran seiring hengkangnya Nova Arianto ke Pelatnas Malaysia untuk membantu Rexy Mainaky. Posisinya di ganda putra diambilalih oleh asistennya, Aryono Miranat.

Menangani ganda campuran yang merosot selepas Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti tak dipertahankan di Pelatnas PBSI, Herry tampak tak terlalu bergairah. Alhasil, tak ada capaian berarti di ganda campuran Indonesia sepanjang 2024.

PBSI sendiri belum mengumumkan pengganti Herry IP di kepelatihan baru Pelatnas Cipayung yang dikepalai pelatih bertangan dingin lainnya, Mulyo Handoyo.

Bagaimanapun, Herry telah meninggalkan jejak yang terlalu dalam dan tantangan besar bagi pelatih selanjutnya untuk mengulangi sukses pria kelahiran Pangkal Pinang, Bangka Belitung, 21 Agustus 1962 itu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Badri
H