Akurat

Juara di Sri Lanka Bikin Rahmat/Yere Makin Padu, Ditarget 30 Besar untuk Bersaing di Level Elite

Leo Farhan | 21 Februari 2024, 19:52 WIB
Juara di Sri Lanka Bikin Rahmat/Yere Makin Padu, Ditarget 30 Besar untuk Bersaing di Level Elite
 
 
AKURAT.CO, Pasangan ganda putra bulutangkis anyar, Rahmat Hidayat/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, mengaku semakin padu setelah mampu mengamankan satu gelar juara International Challenge di Sri Lanka, Minggu (11/2/2024) lalu.
 
Pada partai puncak, Rahmat/Yeremia mampu menghentikan perlawanan wakil Malaysia, Bryan Jeremy Goonting/M Fazriq Mohamad Razif, lewat pertarungan ketat tiga gim dengan skor 18-21, 21-15, dan 21-15.
 
Gelar di Sri Lanka itu bahkan disebut oleh Yeremia mampu menaikkan mental dan chemistry bermainnya dengan Rahmat. Apalagi target mereka adalah segera bersaing dengan pasangan-pasangan ganda putra elite peringkat atas dunia.
 
 
"Mungkin dari segi chemistry atau mental, kami lebih kompak sekarang. Apalagi setelah dapat juara ini, kami makin percaya diri, tinggal nanti di Super 100, 300, 500, dicoba lagi sampai tembus juara," kata Yere-sapaan Yeremia- di Jakarta, Rabu (21/2), sebagaimana dinukil dari Antara.
 
"Target khusus sih kami ingin juara lagi, supaya rankingnya naik dan bisa ikut Super 300, 500, 750. Kemarin kan sudah juara, tapi karena ini kelasnya masih International Challenge, mungkin chemistry-nya dicoba untuk melawan yang berat-berat lagi, kalau diberi kesempatan bertanding terus."
 
Setelah kepergian Pramudya Kusumawardana dari Pelatnas PBSI, otomatis Yere tanpa pasangan. Dalam kekosongan tersebut Yere sempat meminta Pelatih
Kepala Sektor Ganda Putra Pelatnas PBSI, Aryono Miranat, untuk bisa dipasangkan dengan Rahmat untuk angka panjang.
 
 
"Saya tanya saja ke Coach Aryono, mau tidak kalau Rahmat jadi partner saya secara jangka panjang ke depan. Untuk Olimpiade ke depan atau berapa tahun ke depan, kami masih bisa main," jelasnya.
 
Dan benar saja, pasangan baru ini tak butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan gaya bermain dan komunikasi di lapangan. Apalagi keduanya juga pernah menjadi teman satu kamar saat pwetamakali masuk Pelatnas Cipayung.
 
"Tidak sesulit itu karena kami sering latihan berdua. Mungkin di pertandingan yang agak berbeda dengan latihan, jadi itu yang harus disesuaikan," kata Rahmat mengomentari permainan rekan barunya saat ini.
 
Poin dan peringkat Rahmat/Yere saat ini memang masih belum cukup untuk bersaing di turnamen BWF World Tour Super 100 ke atas. Oleh karenanya, Aryono selaku pelatih coba memberikan jadwal kejuaraan mulai dari level International Challenge untuk bisa mengatrol peringkat mereka.
 
Aryono bahkan menargetkan Rahmat/Yere bisa kembali merebut gelar juara ketika nanti turun di ajang Vietnam International Challenge yang berlangsung pada 12-17 Maret 2023, di Hanoi, Vietnam.
 
"Harus mulai di Challenge atau Series dulu. Dengan juara di Challenge, rankingnya bisa naik, minimal bisa di (ranking) 60 dulu, baru ke 30 besar, lalu baru bisa ikut ke turnamen yang lebih besar," jata Aryono.
 
"Target di Vietnam nanti harus juara, karena kalau juara poinnya bisa bertambah dengan cepat dan terus bertambah."
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H