Akurat

Bulutangkis Asian Games Hangzhou: Kekuatan Tunggal Putra Merata

Leo Farhan | 20 September 2023, 21:13 WIB
Bulutangkis Asian Games Hangzhou: Kekuatan Tunggal Putra Merata
 
AKURAT.CO - Jonatan Christie akan datang pada Asian Games Hangzhou 2023 sebagai juara bertahan. Sebelumnya saat tampil di Asian Games Jakarta-Palembang 2018, tunggal putra yang karib disapa Jojo itu meraih medali emas usai menundukkan Chou Tien-Chen di partai puncak.
 
Pun begitu, Jojo mengaku status juara bertahan tidak terlalu membebaninya. Karena menurut juara Hong Kong Terbuka 2023 ini, setiap kejuaraan punya ceritanya sendiri-sendiri, dan tidak tahu kedepannya akan seperti apa.
 
Namun, yang pasti secara kekuatan, pada edisi ke-19 ini yang pasti tidak akan berbeda jauh dengan edisi 2018 Jakarta-Palembang, di mana pesertanya juga pasti adalah pemain terbaik di negaranya masing-masing.
 
"Kalau (Asian Games) 2018 kan masih banyak pemian senior kayak Chen Long, Momota, Son Wan Ho. Sekarang lebih banyak pemain muda, jadi perbedaannya mungkin di situ. Tapi secara kualitas, saya rasa yang namanya di pertandingan besar dan top event, pasti pemainnya juga bagus-bagus semua," jelas Jojo di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu (20/9/2023).
 
 
"Sebenernya beban enggak ada, saya juga sudah lupa (laga Asian Games edisi sebelumnya). Yang sudah lewat ya sudah lewat juga kan. Yang pasti di China nanti pasti punya ceritanya sendiri, dan kita gak tahu apa yang terjadi ke depan. Jadi jalanin saja.
 
Mengevaluasi di tiga kejuaraan terakhir, Jojo menegaskan dengan waktu yang sudah sangat mepet ini, tidak mungkin hal itu bisa dilakukan. Tetapi, saat ini dia mencoba untuk bisa mempertahankan penampilannya seperti saat menjuarai Hong Kong Terbuka 2023.
 
"Dibenahin mungkin gak bisa, karena (persiapan) gak sampai seminggu, itu gak ada yang bisa dibenahi. Cuma kalau untuk saat ini di maintenance. Jadi tetap dijaga. Yang bisa dilatih cuma manage, jaga kondisi supaya gak cedera. Tenaga yang sudah dipakai kemarin, bisa direcovery cepet. Sekarang sih lebih ke arah sana," jelas Jojo.
 
Gelar juara Hong Terbuka 2023 akhir pekan lalu juga sangat berpengaruh bagi mentalitas Jonatan  untuk bisa dijadikan booster dan tambahan motivasi sebelum tampil di Asian Games Hangzhou 2022.
 
Namun, pada laga nanti, ia menegaskan bahwa setiap pemain memiliki peluang yang sama untuk menjuarai Asian Games Hangzhou 2022. Dengan peluang yang sama besar, Jojo menyebut akan coba sebisa mungkin menikmati pertandingan yang ia lakoni.
 
"Jadi kemarin bisa dapat hasil lumayan (juara di Hong Kong Terbuka), ya pasti buat booster lah buat (tampil) di Asian Games, diri sendiri juga jadi lebih pede. Ya jadi ada tambahan motivasi juga," kata Jonatan.
 
"Peluang, pasti semua punya. Bukan Indonesia saja, negara  lain juga pasti punya peluang. Makanya saya bilang, tiap pertandingan punya cerita dan momen sendiri. Jadi nikmatin aja momennya, hari demi harinya yang dijalani nanti. Jadi lebih dibuat enjoy, jadi enggak tertekan dan beban juga."
 
Pada kesempatan yang sama, tunggal putra peringkat dua dunia, Anthony Sinisuka Ginting saat ini, menyebutkan hanya tinggal menjaga kondisi saja sebelum berangkat ke Hangzhou, China, pada tanggal 25 September mendatang.
 
Dengan modal medali perunggu pada edisi sebelumnya, Ginting bertekad mengupgrade medali untuk Asian Games Hanzhou 2023. Namun, hal tersebut tidak ia jadikan beban, melainkan sebagai tambahan motivasi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.
 
"Memang gak banyak waktu (persiapan) juga, jadi memang lebih buat maintenance saja sih sampai nanti berangkat tanggal 25. Jadi, ya dimaksimalin dengan waktu yang ada," jelas Ginting mengenai persiapannya di Asian Games 2022.
 
"Ya, pasti pengen upgrade medali, cuma memang gak mau terlalu jauh dulu, maksudnya lebih ke satu-satu (pertandingan) dulu. Mayoritas persaingan di tunggal putra kan ketat juga, mungkin dari babak awal juga sudah cukup ketat. Jadi memang harus lebih siap, lebih menikmati dan mempersiapkan dengan maksimal."
 
Menurut Ginting, peta persaingan di sektor tunggal putra juga semakin ketat, apalagi mayoritas pebulutangkis top dunia di dominasi oleh para pebulutangkis Asia, di mana delapan diantaranya bertengger di peringkat 10 besar. Jadi, bakal bisa dipastikan persaingan ketat akan terjadi di Asian Games kali ini.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
A