Masuknya Pencak Silat ke Asian Youth Games Bukti Nyata Diplomasi Olahraga Indonesia Maksimal
Hervin Saputra | 18 Oktober 2025, 15:57 WIB

AKURAT.CO, Upaya panjang diplomasi olahraga Indonesia akhirnya berbuah hasil. Untuk pertama kalinya, cabang olahraga (cabor) pencak silat resmi masuk dalam daftar cabang perolehan medali di Asian Youth Games (AYG) Bahrain 2025, setelah sebelumnya hanya berstatus eksibisi.
Kabar tersebut disampaikan dalam acara pengukuhan dan pelepasan Tim Indonesia untuk Asian Youth Games Bahrain dan Islamic Solidarity Games (ISG) Riyadh 2025 yang digelar di Auditorium Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (17/10).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum Komite Olimpiade (NOC) Indonesia Raja Sapta Oktohari dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir.
Baca Juga: SEA Games: Sambangi Pelatnas Pencak Silat, CdM Bayu Priawan Tekankan Pentingnya Jiwa Kebangsaan
"Masuknya pencak silat sebagai cabang resmi Asian Youth Games merupakan bagian dari diplomasi olahraga Indonesia. Artinya, mata dunia kini makin terbuka terhadap olahraga asli bangsa kita, dan langkah menuju Olimpiade semakin dekat," kata Raja Sapta di Jakarta.
Menurutnya, pencak silat akan mempertandingkan empat nomor di AYG Bahrain, yakni kelas 51–55 kg dan 59–64 kg putra-putri. Indonesia sendiri menurunkan dua atlet terbaik di kelas 51–55 kg untuk putra dan putri.
Pria yang karib disapa Okto itu juga menyebut bahwa keputusan AYG 2025 dalam mempertandingkan cabor pencak silat ini tidak lepas dari peran aktif Indonesia melalui Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa).
"Ini hasil kerja keras diplomasi kita. Kedua negara penyelenggara akhirnya setuju menjadikan pencak silat sebagai cabor perolehan medali. Ini bukan hanya kemenangan olahraga, tapi kemenangan budaya Indonesia," tegasnya.
Dilepas Menpora Erick Thohir
Pada kesempatan yang sama, Menpora Erick Thohir secara resmi melepas kontingen Indonesia menuju dua ajang besar tersebut. Ia memberikan motivasi kepada para atlet muda yang akan membawa nama bangsa di kancah internasional ini.
"Kalian adalah yang terbaik dari bangsa ini, para pahlawan yang kita kirim untuk berjuang. Kalah menang itu biasa, tapi menyerah sebelum bertanding tidak boleh jadi kebiasaan bangsa ini," ujar Menpora Erick.
"Siapapun lawan kalian, tunjukkan siapa Indonesia. Ada Garuda, ada Merah Putih. Bertandinglah untuk nama baik keluarga, pelatih, dan pengorbanan kalian."
Untuk Asian Youth Games Bahrain 2025, Indonesia menurunkan 122 atlet, 51 pelatih dan ofisial, serta 20 personel Headquarters (HQ) dan tim pendukung di bawah pimpinan Chef de Mission (CdM) Akbar Nasution.
Tim Merah Putih akan berpartisipasi di 21 dari total 26 cabang olahraga, termasuk akuatik, atletik, badminton, 3x3 basketball, esports, MMA, muaythai, weightlifting, hingga pencak silat dan kurash.
Sementara untuk Islamic Solidarity Games (ISG) Riyadh 2025, Indonesia mengirim 38 atlet dari enam cabang olahraga – renang, anggar, muaythai, angkat besi, gulat, dan pencak silat – di bawah kepemimpinan CdM Endri Erawan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









