Laporan langsung Akurat.co edisi SEA Games Thailand 2025 didukung oleh Jamkrindo dan Telkomsel.
AKURAT.CO, Hingga Senin (16/12), pukul 22.00 malam waktu Bangkok, Thailand, kontingen Merah Putih terus menunjukkan performa konsisten pada SEA Games Thailand 2025 dengan perolehan 52 medali emas, 64 perak, dan 61 perunggu.
Hasil tersebut dinilai berada di atas rata-rata capaian emas harian dan membuka peluang Indonesia untuk menambah pundi-pundi emas pada empat hari tersisa hingga penutupan pesta olahraga Asia Tenggara tersebut.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menegaskan bahwa kunci menjaga tren positif ini adalah kekompakan seluruh elemen tim. Ia meminta atlet, pelatih, hingga pimpinan cabang olahraga tetap fokus dan tidak terlena dengan capaian sementara.
"Kalau mau berhasil, kita harus kompak, tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Sampai hari ini kita sudah dapat 52 emas, 64 perak, dan 61 perunggu. Tapi masih ada empat hari lagi, tanggal 16 sampai 19. Saya minta semuanya tetap fokus dan konsentrasi," ujar Erick saat ditemui di Rumah Indonesia, Bangkok, Senin (15/12).
Erick menilai potensi tambahan emas masih terbuka lebar. Berdasarkan proyeksi sebelumnya, Indonesia masih memiliki peluang hingga 68 emas dari cabang-cabang yang belum menyelesaikan pertandingan.
"Kalau kita dapat setengahnya saja dari potensi itu, sekitar 34 emas, berarti totalnya bisa mencapai 80 emas atau lebih. Ini yang harus kita kawal bersama. Jangan lengah sampai penutupan," tegasnya.
Menurut Erick, capaian prestasi yang diraih sejauh ini juga menjadi bukti kualitas atlet Indonesia di level regional.
Ia menyinggung rekor dunia angkat besi yang berhasil dicetak Rizki Juniansyah di ajang SEA Games sebagai indikator kemajuan pembinaan olahraga nasional.
"Bayangkan, rekor dunia angkat besi itu tercipta di SEA Games oleh atlet Indonesia. Ini menunjukkan potensi kita masih sangat besar," tambahnya.
Senada dengan Erick, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, menyebut sumber-sumber medali emas Indonesia masih harus dijaga hingga hari terakhir pertandingan.
Ia berharap dukungan masyarakat Indonesia terus mengalir agar kontingen tetap berada di jalur prestasi terbaik.
"Masih ada pertandingan-pertandingan yang harus dikunci sumber medali emasnya. Semoga sampai penutupan tanggal 19 nanti, kita bisa terus memperjuangkan hasil terbaik dan bertahan di posisi yang sekarang," ujar pria yang karib disapa Okto itu.
Oktohari juga mengungkapkan bahwa capaian Indonesia saat ini berada di atas rata-rata perolehan medali harian.
Ia menilai perhatian besar Pemerintah, khususnya Presiden RI melalui kebijakan bonus atlet, turut memberi dorongan moral yang signifikan bagi para atlet.
"Ini di atas rata-rata harian. Terima kasih kepada Bapak Presiden, karena melalui Pak Menpora kami mendapatkan manfaat besar, termasuk bonus yang sangat memotivasi," ungkapnya sambil tersenyum.
"Dari biasanya Rp500 juta, sekarang menjadi Rp1 miliar. Anak-anak begitu dengar emas, teriakan pertamanya Rp1 miliar."
Meski demikian, Oktohari menegaskan bahwa bonus bukanlah tujuan utama, melainkan bentuk perhatian negara terhadap perjuangan atlet.
"Ini bukan soal pragmatis, tapi semangat yang dirasakan atlet atas perhatian besar Presiden terhadap prestasi olahraga. Kalau di SEA Games saja sudah seperti ini, kita bisa bayangkan Asian Games dan Olimpiade nanti," jelasnya.
Menutup pernyataannya, Oktohari mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mendoakan kontingen Merah Putih agar tetap sehat dan mampu tampil maksimal hingga akhir SEA Games Thailand 2025.
"Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia, semoga atlet-atlet kita sehat semua dan bisa menuntaskan perjuangan dengan hasil terbaik," katanya.
.