AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, bakal mengambil keputusan tegas jika masalah dualisme cabang olahraga (cabor) di Tanah Air tidak kunjung beres hingga Januari tahun depan.
Hal tersebut disampaikan pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI itu dalam pemaparan persiapan kontingen Indonesia untuk SEA Games Thailand 2025 di Auditorium Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (16/10) malam.
"Kepada KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) dan KOI (NOC Indonesia) dalam dua bulan isu dualisme (harus sudah) tidak ada lagi. Kalau sampai Januari enggak ada (penyelesaian), kami akan ambil posisi," kata Erick Thohir.
Sedikitnya, ada lima cabor yang mengalami masalah dualisme, beberapa di antaranya adalah tenis meja, kempo, anggar, tinju, dan sepak takraw. Di mana masalah ini berdampak kepada pembinaan atlet.
Dengan ultimatum yang sudah diberikan, dalam waktu dua bulan terakhir cabor-cabor yang bermasalah diharapkan bisa melakukan musyawarah mufakat untuk menemukan jalan keluar.
Pasalnya, jika masalah tersebut tidak kunjung rampung, ada agenda-agenda olahraga penting lainnya yang mungkin bakal terlewatkan oleh cabor-cabor terkait.
"Yang pasti pertemuan dengan Bapak Presiden, beliau ingin (Indonesia) ada cabor unggulan. Kita sudah punya DBON (Desain Besar Olahraga Nasional), yang nantinya ada promosi-degradasi juga. Ini yang utama nanti," jelas Erick.
"Kalau sudah benar, kami baru bisa konsolidasi terkait DBON. Setelah itu baru bisa ngomong soal PON, SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade seperti apa."
Terkait SEA Games, mantan Menteri BUMN itu bahkan berencana memberi masukan agar gelaran ini seharusnya memfokuskan cabor-cabor Olympic Numbers.
Erick tahu bahwa setiap negara tuan rumah ingin keluar sebagai juara umum. Namun, dia berharap untuk bisa mencapai itu tak mengorbankan Olympic Numbers (nomor-nomor yang dilombakan dalam Olimpiade).
"Dengan sistem saat ini, kalau dibandingkan dengan regional lain, Asia Tenggara jauh tertinggal di Olimpiade," kata Erick.