Akurat

Indonesia Jalin Kerjasama dengan Jepang Setelah Rusia, Pencak Silat Masih Jadi Fokus Diplomasi Olahraga

Hervin Saputra | 16 September 2025, 18:46 WIB
Indonesia Jalin Kerjasama dengan Jepang Setelah Rusia, Pencak Silat Masih Jadi Fokus Diplomasi Olahraga
 
AKURAT.CO, Komite Olimpiade (NOC) Indonesia resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan NOC Jepang sebagai langkah strategis untuk memperkuat diplomasi olahraga antar kedua negara.
 
Kesepakatan ini sekaligus menjadi kemitraan pertama sejak Seiko Hashimoto menjabat sebagai Presiden NOC Jepang.
 
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan kolaborasi ini merupakan bukti nyata bahwa diplomasi olahraga Indonesia tidak pernah berhenti bergerak.
 
 
"Jepang dan Indonesia telah menjalin hubungan diplomatik serta ekonomi yang baik selama lebih dari dua dekade. Diplomasi olahraga adalah perpanjangan dari hubungan tersebut, sekaligus sarana mempererat persahabatan antarbangsa," kata Raja Sapta, Selasa (16/9).

Kerjasama Terfokus pada Pencak Silat

Dalam kerja sama ini, kedua NOC sepakat mengembangkan berbagai aspek mulai dari Gerakan Olimpiade, pertukaran atlet dan pelatih, program anti-doping, hingga pengembangan cabang olahraga tertentu.
 
Cabor yang dimaksud adalah pencak silat, cabor yang mendapat perhatian khusus karena Jepang menilai olahraga tradisional Indonesia itu memiliki potensi besar untuk tumbuh di Negeri Sakura.
 
"Kami siap membantu Jepang dalam mengembangkan pencak silat melalui program bersama. Indonesia, melalui Persilat dan PB IPSI, juga akan menyediakan pelatih maupun pelatihan jika dibutuhkan," ujar pria yang karib disapa Okto itu.
 
Sementara itu Presiden NOC Jepang, Seiko Hashimoto, menyambut baik inisiatif ini. Ia menegaskan Jepang akan memberi perhatian lebih pada pencak silat dengan melakukan riset terkait ekosistem dan komunitas yang telah ada di negaranya.
 
 
"Pencak silat adalah olahraga tradisional Indonesia dengan potensi besar untuk memperkaya keragaman cabang olahraga di Jepang. Kami akan mempelajari perkembangannya dan mencari model pembinaan terbaik," kata Hashimoto.
 
Selain pencak silat, Hashimoto juga menekankan pentingnya kolaborasi di bidang sport science, sport medicine, sport tourism, hingga pembangunan infrastruktur olahraga. Jepang, lanjutnya, siap berbagi pengalaman melalui fasilitas dan pusat pelatihan modern yang mereka miliki.
 
Kerja sama ini juga menegaskan hubungan erat antara Okto dan Hashimoto yang telah terjalin lebih dari satu dekade, sejak keduanya sama-sama memimpin federasi balap sepeda nasional.
 
"Sebagai generasi baru pemimpin olahraga, kami memahami ekosistem olahraga secara menyeluruh. Melalui pengalaman dan pengetahuan bersama, kami ingin berkontribusi bagi kemajuan olahraga Indonesia dan Jepang," tutur Hashimoto.
 
Dengan penandatanganan MoU ini, NOC Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai aktor penting dalam diplomasi olahraga global. Setiap kolaborasi, menurut Okto, adalah investasi jangka panjang untuk prestasi, persahabatan, dan kehormatan Merah Putih di panggung dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H