AKURAT.CO, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengambil alih pelaksanaan Seleksi Nasional (Seleknas) tiga cabang olahraga (cabor) bermasalah, yakni sepaktakraw, tenis meja, dan tinju.
Seleknas ketiga cabor ini dilakukan sebagai salah satu persiapan menghadapi gelaran pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara, SEA Games Thailand 2025, Desember mendatang.
Pengambilalihan seleknas tersebut diumumkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo yang didampingi Wakilnya, Taufik Hidayat, dan Deputi IV Peningkatan Prestasi Olahraga, Surono, di Media Centre Kemenpora Jakarta, Kamis (8/5).
Tenis meja akan menjadi cabor pertama yang akan melakukan seleknas di GBK Arena, Senayan, Jakarta, 25-28 Mei 2025.
"Setelah itu akan dilanjutkan dengan cabor tinju dan sepaktakraw yang dijadwalkan Juni atau Juli. Nanti tanggalnya akan diumumkan. Kami ingin pastikan cabor tetap berkembang," kata Menpora Dito.
Hal ini dilakukan Kemenpora sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap atlet di tiga cabor tersebut untuk bisa mendapatkan pembinaan dan berkompetisi walau ada kendala dalam kepengurusan di federasinya.
"Siapa saja atlet boleh ikut seleknas. Kita tidak melihat atlet tersebut berasal dari federasi mana. Yang pasti, mereka yang terpilih akan dibina dalam Pelatnas untuk dipersiapkan tampil di SEA Games Thailand 2025," kata Menpora Dito menjelaskan.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, menjelaskan bahwa Seleknas akan terpusat di GBK Arena, Senayan, Jakarta, dan terbuka untuk semua atlet terbaik tanpa pembatasan.
"Kita mengutamakan atlet terbaik untuk ikut kompetisi di tiga cabor ini. Kriterianya berdasarkan hasil PON dan Kejurnas. Setelah itu kita akan pelatnaskan, lalu lakukan uji coba, baik di dalam maupun luar negeri," jelas Surono.
Persatuan Sepaktakraw Indonesia (PSTI) menghadapi masalah kepemimpinan lantaran Ketua Umum mereka, Asnawi Abdul Rahman, menjabat lebih dari tiga periode berturut-turut (2017–2029).
Di mana hal tersebut melanggar Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) Nomor 14 Tahun 2024 tentang masa jabatan maksimal yang hanya bisa selama dua periode.
Sementara untuk cabor tenis meja, pengambilalihan seleknas dilakukan lantaran terjadi dualisme kepengurusan di tubuh Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) selama hampir 15 tahun.
Di mana konflik ini berdampak langsung terhadap prestasi atlet di ajang internasional.
Sedangkan untuk cabor tinju, permasalahan muncul setelah Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) dicoret dari keanggotaan Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan berdirinya federasi tinju nasional baru, Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati).
Seleknas sendiri sudah akan dilaksanakan secara bertahap mulai Mei hingga Juli 2025 l.