OCA Bakal Bantu Perjuangkan Pencak Silat Tampil di Asian Games
Ratu Tiara | 22 Januari 2025, 14:29 WIB

AKURAT.CO Komite Olimpiade (NOC) Indonesia berusaha untuk bisa memasukkan pencak silat sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan dalam gelaran-gelaran multievent internasional.
NOC Indonesia berkomitmen untuk memperjuangkan eksistensi pencak silat supaya bisa diakui oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan menjadi bagian dari Olympic Games.
Baca Juga: Incar Tuan Rumah World Combat Games, KOI Dorong Pencak Silat Gabung Organisasi Internasional
Termasuk mendorong pencak silat untuk bisa tampil di ajang multievent internasional lainnya, seperti Asian Games mendatang di Jepang.
Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menyatakan hal tersebut akan mendapat respon positif dari Olympic Council of Asia (OCA) dalam pertemuan yang diwakili oleh Director General Captain Husain Al-Mussalam dan OCA Deputy Director General Vinod Kumar Tiwari beberapa waktu lalu di Kuwait.
"Dalam kesempatan itu, OCA menyatakan setuju untuk memperjuangkan pencak silat supaya bisa dipertandingkan di Asian Games berikutnya," kata Raja Sapta.
Pencak silat terus mendapatkan pengawalan ketat dari NOC Indonesia sejak demonstrasi di tengah-tengan penyelenggaraan Olimpiade Paris 2024 dan Kejuaraan Dunia di Abu Dhabi 2024 lalu.
Olahraga bela diri asli Indonesia ini terakhir kali dipertandingkan di ajang multievent internasional terbesar se-Asia tersebut pada edisi Asian Games Jakarta-Palembang 2018.
Berdasarkan rekam jejak positif tersebut, NOC Indonesia gencar untuk memperjuangkan pencak silat untuk bisa kembali tampil di Asian Games.
Terlebih Presiden International Pencak Silat Federation (Persilat) merupakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
"Presiden Prabowo kan Presiden IF dan satu-satunya dari Indonesia, tentu kita semua sangat bangga apalagi beliau Presiden RI," jelas pria yang karib disapa Okto tersebut.
"Jadi, ini PR dan tanggung jawab bersama kami di NOC Indonesia supaya pencak silat sebagai heritage dan kebanggaan kita semua bisa terus mendunia, dan sama-sama berjuang sampai pencak silat bisa di-recognize oleh IOC dan tampil di Olimpiade."
Pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2024 di Abu Dhabi lalu, NOC Indonesia juga turut mengundang perwakilan dari Dakar sebagai tuan rumah Youth Olympic 2026. Hal ini menjadi salah satu upaya supaya pencak silat bisa masuk di Youth Olympic 2026 mendatang.
"Mereka (Dakar) sudah mulai tertaik untuk memasukkan pencak silat, jadi NOC Indonesia akan memaksimalkan peluang ini, supaya pencak silat bisa menjadi bagian dari Youth Olympic," terang Okto.
"Sebab, kalau sudah menjadi bagian dari Youth Olympic dengan sendirinya akan dikenal sebagai bagian dari Olympic."
Pencak silat saat ini tengah menjalani proses assessment untuk menjadi signatory WADA (World Anti-Doping Agency).
Setelah itu, pencak silat juga harus menjadi anggota AIMS (Alliance of Independent Recognized Members of Sport) dan harus melalui proses assessment yang juga tidak mudah.
Namun, Sekretaris Jenderal Persilat Teddy Suratmadji mengungkapkan bahwa assessment tersebut kemungkinan bisa rampung tahun ini. Sehingga pada tahun 2026 proses untuk menjadi anggota IOC sudah bisa dimulai.
"Mudah-mudahan pada 2027 keanggotaan IOC sudah diperoleh, sehingga pada Olympics 2028 di Los Angeles sudah bisa dipertandingkan, atau minimal ekshibisi," jelas Teddy.
Baca Juga: Undian Malaysia Terbuka: Chico Lawan Juara Asian Games, Leo/Daniel Hadapi Astrup/Rasmussen
Persilat juga sedang berusaha untuk membantu federasi di negara-negara yang sudah memiliki National Federation (NF) untuk training camp supaya atlet-atlet pencak silat di seluruh dunia bisa berkompetisi dan berprestasi di multi event dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









