Akurat

Jelang PON Aceh-Sumut, Sarana hingga Jumlah Cabor Jadi Sorotan

Arief Rachman | 24 Agustus 2024, 09:55 WIB
Jelang PON Aceh-Sumut, Sarana hingga Jumlah Cabor Jadi Sorotan

AKURAT.CO Pengamat olahraga, Fahmy Fachrezzy, mengkritik persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara (Sumut) 2024, terutama terkait kesiapan venue dan jumlah cabang olahraga (cabor) yang dianggap terlalu banyak.

Fahmy, yang merupakan Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), menekankan pentingnya pembinaan atlet yang bersifat berkesinambungan.

Menurutnya, pembinaan tersebut perlu dilakukan secara terstruktur dan sistematis agar menciptakan prestasi yang berkelanjutan.

Baca Juga: Oknum Guru SMK YPT 1 Purbalingga Diduga Selingkuh dengan Muridnya, Bagaimana Islam Memandang Hal Ini?

"PON harus bersifat berkesinambungan, sehingga pelatih dan pengurus perlu menyusun program yang terus-menerus dari Popnas, Pomnas, PON, hingga Asian Games di masa depan. Ini akan membuat pembinaan atlet lebih terstruktur dan sistematis," ujar Fahmy, Sabtu (24/8/2024).

Selain itu, Fahmy juga menyoroti masalah sarana dan prasarana yang disediakan oleh panitia PON Aceh-Sumut. Ia menekankan pentingnya kesiapan venue sebelum pelaksanaan PON yang dijadwalkan berlangsung dari 8 hingga 20 September.

"Hal yang sangat penting adalah sarana dan prasarana yang disediakan oleh panitia, termasuk venue, harus sudah siap. Karena sejauh ini, panitia belum sepenuhnya siap dan terkesan keteteran dalam mempersiapkan venue. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi mendalam terhadap persiapan panitia dan venue," jelasnya.

Baca Juga: Ramai Soal Video Syur Diduga Mirip Azizah Salsha, Apa Hukum Menonton Video Syur Menurut Islam?

Fahmy juga memberikan saran agar panitia bekerja lebih keras dalam mempersiapkan venue di Aceh dan Sumut, karena hal ini berdampak besar pada kualitas pertandingan dan penyelenggaraan.

"Saran saya, panitia harus lebih ekstra dalam mempersiapkan venue di Aceh-Sumut, karena ini berdampak besar pada kualitas pertandingan dan penyelenggaraan," tambahnya.

Pelatih Aerobic Gymnastics DKI Jakarta ini juga mengkritik adanya kepentingan tuan rumah untuk meraih medali, serta pengaturan nomor lomba yang disesuaikan dengan kepentingan tuan rumah. Ia menegaskan bahwa sudah saatnya Indonesia memberantas praktik-praktik semacam ini.

"Saatnya bagi Indonesia untuk memberantas oknum yang melakukan hal seperti ini," tegasnya.

Baca Juga: DPR Diminta Segera Sesuaikan UU Pilkada pasca Putusan MK

Lebih lanjut, Fahmy menyoroti jumlah cabor yang ditetapkan oleh KONI, yang menurutnya terlalu banyak. Ia berpendapat, seharusnya hanya cabor-cabor yang ada di Asian Games dan Olimpiade yang dipertandingkan, agar sejalan dengan program pembinaan atlet ke depan.

"Jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan di PON Aceh-Sumut jauh lebih banyak dibandingkan dengan PON-PON sebelumnya. Bahkan jika dibandingkan dengan pekan olahraga nasional di Malaysia, jumlahnya terlalu banyak. Di PON kali ini ada 65 cabor, sementara di Malaysia dalam Asian Games hanya ada 32-38 cabor," ujar Fahmy.

Ia menyimpulkan, peningkatan jumlah cabor dari tahun ke tahun harus dievaluasi, terutama untuk memastikan fokus pada cabor yang berpotensi menghasilkan prestasi di tingkat internasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.