Peparnas 2024: Sumut Incar Lima Besar, Bali tak Pasang Target Tinggi

AKURAT.CO, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menjadi kontingen pertama yang tiba di Solo, Jawa Tengah, untuk bersaing di ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII Solo 2024.
Di Peparnas 2024 yang digelar pada 6-13 Oktober 2024 mendatang, Sumut yang berkekuatan 99 atlet atau lebih banyak dari edisi sebelumnya yang hanya 60 atlet, memasang target finis di peringkat lima besar.
Hal tersebut disampaikan Ketua Rombongan Kontingen Sumut, Suprayitno, setelah mendarat di Bandara Adi Soemarmo, Jawa Tengah, Selasa (1/1) pukul 10.00 WIB.
Baca Juga: Pawai Obor Disambut Meriah, Tandai Dimulainya Peparnas 2024
"Harapannya, dengan bertambahnya kuantitas atlet yang dibawa dibandingkan saat di (Peparnas) Papua, kualitas prestasi kami bisa meningkat pada Peparnas XVII ini. Namun, itu semua juga dikembalikan kepada usaha kami," ujar Suprayitno.
Dia juga sangat antusias dengan kesiapan Kota Solo sebagai tuan rumah. Menurutnya, pelayanan serta ketersediaan sarana dan prasarana di Kota Bengawan ini susah sangat memadai.
"Kalau bicara Kota Solo sebagai tuan rumah, luar biasa. Sudah tidak perlu diragukan lagi," katanya.
Setelah Sumut, giliran kontingen Provinsi Bali yang menginjakan kaki di Jawa Tengah. Rombongan yang berangkat dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, ini mendarat pukul 11.00 WIB.
Ketua National Paralympic Committe (NPC) Indonesia Provinsi Bali, I Gede Komang Darma Wijaya, menjelaskan pihaknya membawa 39 atlet serta 23 ofisial pada Peparnas Solo 2024.
Baca Juga: Peparnas 2024: Pengamanan Mulai 1 Oktober, Sebanyak 2.230 Personel Gabungan Diturunkan
Dengan berkekuatan terbatas, Kontingen Bali tidak berani mematok target muluk. Namun mereka optimistis bisa menembus peringkat sembilan di daftar klasemen perolehan medali Peparnas Solo 2024.
Walau hanya menargetkan posisi sembilan di klasemen, namun ini sudah lebih baik dari hasil yang pernah mereka dapatkan saat tampil di Peparnas Papua lalu.
Ketika itu Bali menempati urutan kesebelas dengan koleksi sebelas emas, 14 perak, dan sepuluh perunggu.
"Terus terang, persiapan kami menghadapi Peparnas XVII ini mepet. Pemusatan latihan hanya dua minggu," kata Darma Wijaya.
"Target kami minimal menempati peringkat sembilan besar. Namun, kami juga tidak tahu secara persis kekuatan teman-teman di provinsi lainnya."
Selain itu Darma juga mengatakan bahwa ada keuntungan tersendiri dipindahkannya venue Peparnas kali ini dari Aceh-Sumut ke Solo, Jawa Tengah.
"Kami sangat beruntung dan bangga, karena Kota Solo ini kota paling ramah disabilitas di seluruh Indonesia," katanya.
"Yang kedua, karena jarak dari Denpasar ke Solo relatif lebih pendek ketimbang ke Medan. Jadi, kami bisa menghemat pengeluaran untuk tiket."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









