Akurat

Ini Penyebab Desak Made Gagal ke Semifinal Olimpiade Paris Menurut Sang Pelatih

Leo Farhan | 14 Agustus 2024, 23:20 WIB
Ini Penyebab Desak Made Gagal ke Semifinal Olimpiade Paris Menurut Sang Pelatih
 
 
AKURAT.CO, Desak Made Rita Kusuma Dewi hampir saja memastikan Indonesia mendapat medali perak Olimpiade Paris 2024 pada cabang panjat tebing nomor speed putri.
 
Sayang, kesalahan kecil yang dilakukannya pada babak perempat final Olimpiade Paris memupuskan harapan Indonesia menciptakan laga all Indonesian semifinal di Le Bourget Sport Climbing Venue, Paris.
 
Pelatih panjat tebing Indonesia, Hendra Basir, menyebut anak asuhnya itu gagal mengamankan tiket semifinal Olimpiade Paris setelah sempat melakukan kesalahan kecil di babak perempat final.
 
 
Di mana hal itu membuat Desak hanya mampu mencatatkan waktu 6,369 detik, atau lebih lambat 0,06 detik dari wakil China, Deng Lijuan, yang berhasil mencatatkan waktu 6,363 detik.
 
Pun begitu, catatan waktu yang ditorehkan Desak sebenarnya merupakan personal best time.
 
"Jadi panjat tebing, khususnya kategori speed ini memang sangat penuh resiko. Salah pegang, kepeleset atau gimana (hasilnya akan fatal)," beber Hendra di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten, Selasa (13/8) malam WIB.
 
"Seperti yang di alami Desak. Itu ada sedikit ketidaktepatan di posisi kaki, yang akhirnya dia kecolongan. Sebenarnya dia sudah posisi unggul, dia unggul setengah tangan istilahnya."
 
 
Menurut Hendra, olahraga panjat tebing, khususnya nomor speed, margin error-nya memang cukup besar. Selain itu, tidak ada jaminan bahwa pemegang rekor dunia sekalipun bakal mendapatkan medali emas.
 
Hal-hal seperti di ataslah yang membuat olahraga panjat tebing khususnya kategori speed menjadi lebih menantang dan lebih sulit. Berbeda dengan sprint 100 meter di bidang horizontal.
 
Untuk menjaga itu semua, tim pelatih mengupayakan untuk lebih fokus pada bagaimana mereka bisa me-maintanance kecepatan atlet. Hal tersebut, kata Hendra, berhubungan dengan faktor mental atlet itu sendiri.
 
"Jadi seperti strategi pada 2021-2023, bahwa kita kejar pecah rekornya. Terus sambil di 2024 kita coba konsisten di catatan waktu tersebut," katanya.
 
"Cuma ya memang, kata Bu Yenny (Yenny Wahid-Ketua Umum Panjat Tebing Indonesia) tadi, bahwa memang sudah takdirnya seperti itu. Jadi ya kami harus berusaha lagi untuk menunggu di tahun 2028 (Olimpiade Los Angeles)."
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H