Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, menyebut kontingen Indonesia ditargetkan meraih 12 medali emas lewat 415 atlet dari 31 cabang olahraga (cabor). Sementara raihan di Asian Games 2018 mencapai 31 medali emas.
Turunnya target pada Asian Games kali ini jelas berbeda jika dibandingkan dengan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang karena Indonesia tampil sebagai tuan rumah dan memiliki privilege tertentu terkait pemilihan cabor yang dipertandingkan.
"Kita tidak bisa membandingkan dengan 2018, karena tahun itu kita tuan rumah dan tadi saya kembali ingatkan, kontribusi pencak silat di 2018 hampir lebih 50 persen (medali)," kata Menpora Dito saat konfrensi pers di Kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat (01/09).
"Jadi ini yang harus kita sama-sama pahami, ketika kita tidak jadi tuan rumah, kita akan kehilangan privilege yang ada, salah satunya cabang olahraga unggulan."
Asian Games 2022 Hangzhou, China, rencananya akan bergulir pada 23 September-8 Oktober mendatang. Setelahnya, giliran kontingen disabilitas Indonesia yang akan berjuang di Asian Para Games 2022 pada 22-28 Oktober.
Untuk di ajang Asian Para Games 2022 Hangzhou, kontingen Indonesia yang berkekuatan 134 atlet dari 12 cabor ditargetkan dapat menempati posisi sepuluh besar dengan target medali 20 emas, 23 perak dan 25 perunggu.
"Untuk Asian Para Games 20 emas, perak 23 dan perunggu 25. Indonesia akan mengirim 134 atlet, 62 ofisial, 56 pelatih, dan 12 manajer. Terdapat 12 cabor yang akan diikuti dengan target peringkat sepuluh besar dengan 20 medali emas," kata Menpora Dito.
Pada gelaran Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, Indonesia mampu menempati posisi empat pada klasemen akhir perolehan medali dengan torehan 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu.
Sedangkan pada Asian Para Games di tahun yang sama, kontingen Indonesia mampu berada di posisi lima besar dengan koleksi medali 37 emas, 47 perak, dan 51 perunggu.[]