Akurat

Ketua KOI: SEA Games Thailand Bukan Tempat Foya-Foya, Hanya yang Berpotensi Medali Diberangkatkan

Leo Farhan | 15 Maret 2025, 21:55 WIB
Ketua KOI: SEA Games Thailand Bukan Tempat Foya-Foya, Hanya yang Berpotensi Medali Diberangkatkan

AKURAT.CO, Ketua Umum Komite Olimpiade (NOC) Indonesia atau KOI, Raja Sapta Oktohari, mengatakan bahwa harus ada proses seleksi ketat pengiriman atlet ke SEA Games Thailand 2025 pada Desember mendatang.

Hal tersebut harus dilakukan di tengah efisiensi anggaran yang saat ini dilakukan Pemerintah. Menyusul sebelumnya Menpora Dito Ariotedjo menyebut bahwa pihaknya tidak akan jor-joran mengirimkan atlet ke SEA Games dan fokus terhadap cabor prioritas olimpiade.

"SEA Games bukan tempat untuk foya-foya, proses seleksinya pun harus diperketat, dan harus dipastikan yang berangkat itu berpotensi (meraih medali)," kata Raja Sapta Oktohari di Jakarta, Selasa (11/3) lalu.

Baca Juga: NOC Indonesia Dukung Perampingan Kontingen untuk SEA Games Thailand 2025

"Tentunya kita tidak bisa bilang yang berangkat pasti dapat medali. Tapi, dari kajian, dari tim review itu harus memaksimalkan kajiannya sehingga yang diberangkatkan itu atlet yang tepat."

Pria yang karib disapa Okto itu juga menjelaskan bahwa keikutsertaan Indonesia di ajang SEA Games bukan serta-merta untuk "meng-entertaint" tuan rumah.

Terlebih gelaran SEA Games hanya diikuti oleh sebelas negara di Asia Tenggara dan setahun lagi atau pada 2026 akan ada event yang lebih bergengsi, yakni Asian Games Nagoya 2026 yang bakal diikuti 45 negara.

Setelah itu mulai masuk jadwal untuk kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028 yang diikuti atlet dari seluruh dunia untuk memperebutkan tiket ke olimpiade.

Baca Juga: Sudah Ditetapkan, SEA Games Thailand 2025 Pertandingkan 50 Cabang Utama dan 3 Eksebisi

"Jadi kita jangan sampai nafasnya habis di depan. Tapi, nafas kita harus dipersiapkan sampai akhir," jelas Okto.

"SEA Games ajang ang penting untuk pembuktian di Asia Tenggara, tetapi bukan untuk berfoya-foya. Karena setelah ini tahun 2026 itu akan ada Asian Games Nagoya 2026."

Lebih jauh Okto menjelaskan bahwa seharusnya nomor-nomor yang menjadi prioritas adalah nomor-nomor cabang olahraga yang memang dipertandingkan di kualifikasi Olimpiade.

Menurutnya Indonesia harus jeli melihat cabor apa saja yang menjadi prioritas agar atlet-atlet yang dikirim nanti punya peluang mendapatkan medali di Olimpiade bisa terealisasi.

"Semua selalu ingin mengusulkan. Tapi, kalau ternyata enggak terealisasi (targetnya) harus ada konsekuensi juga harusnya," jelas Okto.

Konsekuensi itu dibutuhkan agar masing-masing cabor tidak sembarangan untuk mengusulkan atlet yang akan diberangkatkan tampil di SEA Games Thailand 2025 Desember mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H